• News

  • Kesehatan

Demi Selamatkan Anaknya dari Kanker, Sang Ayah Rela Jadi "Pengantin"

Seorang ayah di Tiongkok menawarkan dirinya sebagai
Asia One
Seorang ayah di Tiongkok menawarkan dirinya sebagai "pengantin" untuk membiayai pengobatan putrinya.

JAKARTA, NNC - Seorang ayah di Tiongkok menawarkan dirinya sebagai "pengantin" bagi siapa saja yang dapat membantu membayar biaya perawatan kanker putrinya.

Guo Anchuan, nama ayah tersebut, adalah seorang tukang kayu berusia 45 tahun asal Zigong, Provinsi Sichuan, telah berjuang selama lima tahun terakhir untuk menutupi biaya tagihan medis dari perawatan putrinya Guo Yuting (9).

Menurut The South China Morning Post, Yuting didiagnosis menderita kanker darah atau leukemia yang agresif, leukemia limfoblastik akut pada 2013. Penyakit ini membuat sumsum tulangnya menghasilkan terlalu banyak sel darah putih.

Anchuan sejak 2013 telah meminjam lebih dari 200.000 yuan atau setara dengan Rp435,9 miliar dari kerabatnya. Pinjaman tersebut digunakan untuk delapan kali kemoterapi Yuting.

Usai menjalani perawatan, kondisi Yuting membaik. Namun pada awal 2018, penyakitnya kambuh kembali. Sementara sang ayah, sulit mendapatkan lebih banyak uang untuk membiayai perawatan putrinya.

Karena itu lah, dia memutuskan untuk menjadi pengantin wanita yang bersedia dibayar.

"Martabat tidak ada artinya bagi saya. Aku akan melakukan apa pun yang aku bisa lakukan untuk menyelamatkan anakku," ujar Anchuan.

Ancuan terlihat berkeliling kota mengenakan gaun pengantin putih lengkap dengan kerudung pengantin.

"Mencari pernikahan untuk menyelamatkan putriku" tulisnya di pamflet yang ditempatkan di trotoar.

Dalam pamflet itu, ia mengatakan "Saya erharap seseorang dengan kebaikannya dapat mensubsidi saya untuk menutupi biaya medis putri saya yang menderita leukemia. Saya akan menghabiskan sisa hidup saya bekerja keras untuk membalas kebaikan Anda" tulisnya.

Sejauh ini, ia telah memperoleh 16.000 yuan. Namun, ia telah menghabiskan 70.000 yuan dalam perawatan pertama Yuting, sementara masih ada tahap kedua dan ketiga yang akan segera dijalani anaknya.

"Doter mengatakan kepada kami bahwa ia membutuhkan transplantasi sumsum tulang secepat mungkin. Bahkan jika kemo dapat membunuuh semua sel kanker, jika hal yang lain kambuh, akan berakibat fatal," urainya.

Sejauh ini, Anchuan dan istrinya menyewa sebuah apartemen di dekat rumah sakit sehingga dapat menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan anaknya.

Editor : Lince Eppang