• News

  • Kesehatan

Flu Burung H5N1 Mewabah di Tiongkok

Petugas memusnahkan ayam yang terserang flu burung di Hongkong.
Medical Daily
Petugas memusnahkan ayam yang terserang flu burung di Hongkong.

BEIJING, NNC - Tiongkok melaporkan wabah flu burung H5N1 yang sangat berbahaya di sebuah peternakan di Provinsi Qinghai di bagi barat laut negara itu, demikian Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yang berbasis di Paris pada Selasa, mengutip sebuah laporan dari Kementerian Pertanian Tiongkok.

Ini merupakan kasus flu burung H5N1 pertama yang dilaporkan di peternakan unggas Tiongkok sejak 2014, menurut penelusuran atas basis data pemberitahuan OIE dari Kementerian Pertanian Tiongkok.

Namun, virus telah dilaporkan di Nepal dan Bhutan tahun ini, kedua negara yang berbatasan dengan Tiongkok di barat laut.

Virus itu membunuh 1.050 ayam pedaging dari kawanan 1.615 ayam di sebuah peternakan prefektur otonomi Haixi Mongol dan Tibet. Unggas yang tersisa dibunuh dan dibuang, kata kementerian itu.

Beberapa jenis virus H5N1 yang sering mematikan dapat ditularkan ke manusia. Kasus ini merupakan kasus keenam flu burung yang sangat berbahaya yang dilaporkan oleh Tiongkok tahun ini, dibandingkan dengan hanya empat kasus yang dilaporkan ke OIE pada 2017, menurut laman webnya.

Sebagian besar kasus yang dilaporkan di Tiongkok tahun ini telah menjadi bentuk yang sangat menular dari H7N9, jenis yang sama yang menewaskan ratusan orang di Tiongkok tahun lalu, menurunkan permintaan konsumen dan meninggalkan industri telur dan ayam pedaging terguncang.

Virus tersebut tidak memiliki dampak besar pada unggas tahun lalu, tetapi telah bermutasi menjadi bentuk yang lebih mematikan.

Keempat kasus H7N9 yang dilaporkan tahun ini berada di peternakan telur dengan kasus terbaru yang menewaskan lebih dari 9.000 ayam di Provinsi Liaoning di Tiongkok timur laut.

Hal itu tetap terjadi meskipun program vaksinasi nasional melawan virus dimulai musim gugur lalu.

Tiongkok juga melaporkan kasus jenis H5N6 di sebuah peternakan bebek pada Maret, melansir Antara, Rabu (27/6/2018).

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?