• News

  • Kesehatan

Alami Penyakit Langka, Bayi Ini Lahir dengan ‘Dua Kepala‘

Seorang bayi perempuan di Pakistan lahir dengan dengan keadaan seperti memiliki dua kepala.
Dailymail
Seorang bayi perempuan di Pakistan lahir dengan dengan keadaan seperti memiliki dua kepala.

JAKARTA, NNC - Seorang bayi perempuan di Pakistan lahir dengan dengan keadaan seperti memiliki 'dua kepala'. Kepala kedua diketahui merupakan tonjolan abnormal dan saat ini bayi malang itu tengah menunggu waktu operasi untuk keberlangsungan hidupnya. 

Dia adalah Anila Ali, dari Dokri di provinsi Sindh, Pakistan, lahir dengan kepala yang luar biasa besar dan lembut, yang didiagnosa dokter sebagai bentuk parah dari craniosynostosis. Hal ini dianggap menyebabkan tekanan di dalam kepala yang memaksa otaknya menyebar di luar tengkoraknya.

Tenaga medis juga bingung bagaimana cara merawat bayi yang baru lahir, yang juga menderita bentuk parah spina bifida, yang mereka klaim telah menyebabkan tumor berkembang di punggungnya. 

"Saya senang ketika saya melahirkan Anila, anak pertama saya, tiga bulan lalu di klinik swasta. Tapi saya takut ketika pertama kali melihat kepalanya. Kepalanya tidak berkembang dengan baik dan dokter menyuruh kami membawanya ke rumah sakit anak di Larkana," kata Ibu Anila yang berusia 19 tahun, Naushaba, dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (14/11/2018).

Kata ibunya, kepala bayi sangat lembut sehingga dokter memberi tahu bahwa bahkan luka kecil di kepalanya dapat menyebabkan banyak kerusakan pada sang bayi.

Naushaba dan suaminya Amad Ali (21) membawa Anila ke Larkana, di mana dokter kemudian menyarankan mereka untuk membawanya ke Jinnah Post Graduate Medical Center di Karachi. Tidak mampu untuk melakukan perjalanan sejauh 270 mil (430km), teman dan keluarga pasangan itu memberi mereka bantuan biaya untuk menutupi biaya perjalanan mereka dan tinggal di Karachi. 

“Kami mengambil banyak pinjaman untuk mengatur kunjungan dan tinggal di Karachi. Saya berharap putri kami mendapat perawatan yang tepat di sini," kata Amad.

Craniosynostosis adalah masalah tengkorak langka yang menyebabkan bayi dilahirkan dengan, atau berkembangnya kepala yang berbentuk tidak normal. Kasus ini juga sangat jarang terjadi dan mempengaruhi satu dari setiap 1.800 hingga 3.000 anak. Tiga dari empat kasus mempengaruhi anak laki-laki. 

Bentuk tengkorak yang tidak teratur di craniosynostosis dapat menyebabkan sakit kepala persisten, kesulitan belajar, masalah mata dan gejala lainnya. 

Craniosynostosis adalah hasil dari fusi prematur dari berbagai bagian tengkorak. Ini berarti tengkorak tidak dapat tumbuh di daerah yang terkena. Ketika satu area tengkorak dicegah tumbuh, area lain mungkin 'terlalu tinggi' untuk mengkompensasi dan membatasi tekanan yang berkembang di sekitar otak.

Seperti halnya crainosynotosis, Anila juga menderita myelomeningocele, yang dianggap sebagai bentuk spina bifida yang paling berbahaya. Ini terjadi ketika tulang belakang bayi dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk atau menutup dengan baik di dalam rahim.

"Anila memiliki crainosynotosis. Otaknya menyebar dari tengkoraknya. Dia juga menderita myelomeningocele. Melomeningocele Anila juga telah menyebabkan tumor kecil yang berkembang di punggungnya," kata Kepala bedah saraf di Pusat Pasca Sarjana Pascasarjana Jinnah di Karachi, Profesor Raza Rizvi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli