• News

  • Kesehatan

Tak Penuhi Kriteria Susu, Pakar: Kadar Gula SKM Sangat Tinggi

Damayanti Rusli Sjarif dari Divisi Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM
NNC/Martina Rosa
Damayanti Rusli Sjarif dari Divisi Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM

JAKARTA, NNC - Damayanti Rusli Sjarifdari Divisi Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM mengatakan, Susu Kental Manis (SKM) tidak penuhi kriteria sebagai susu. Gula pada SKM juga terbilang sangat tinggi yakni 6 kali lipat dari yang seharusnya.

Dijelaskan Damayanti, susu menjadi nutrisi khusus pada anak maka ada Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi. Apabila ASI tidak bisa diberikan karena alasan tertentu, maka ada pengganti ASI dengan formula yang telah melalui penelitian jangka panjang pada susu. 

Sedangkan pada anak diatas setahun, bisa diberikan susu selain ASI. Misalnya saja susu yang telah dipasteurisasi dan disterilisasi, namun tetap spesifik untuk anak.

"Kalau SKM adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dan diberi campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu atau merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain," kata Damayanti. 

Pernyataan ini disampaikan Damayanti yang newakili Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam diskusi publik "Menyoal PerBPOM No 31 Tahun 2018 Kemajuan ataukah Kemunduran Polemik Susu Kental Manis?", di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa gula yang ditambahkan harus dapat mencegah kerusakan produk. Produk dipasteurisasi dan dikemas secara kedap (hermetis). 

Diketahui, karakteristik dari SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen. Sedangkan kadar protein tidak kurang dari 6, 5 persen (untuk plain).

"Ini (SKM) tidak memenuhi kriteria susu. Kadar gula tinggi sekali. enam kali lipat," tegas dia. 

Apabila konsumsi banyak SKM, dikatakan Damayanti akan merangsang insulin dan berisiko diabetes. Sedangkan bagi keadaam kekurangan protein pada anak akan sebabkan stunting. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli