• News

  • Kesehatan

Konsumsi Minuman Oplosan Bisa Berakhir Cuci Darah

ilustrasi minuman beralkohol tinggi.
sidomii
ilustrasi minuman beralkohol tinggi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr Aida Lydia, PhD, SpPD-KGH ungkap, konsumsi alkohol bisa berakhir dengan Hemodialisis atau cuci darah.

Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis.

Pernyataan ini disampaikan dr Aida, pasalnya saat ini banyak minuman dioplos dengan kandungan alkohol tinggi. Kandungan alkohol tinggi yang dikonsumsi lantas bisa mempengaruhi keasaman ginjal dan memicu gagal ginjal.

"Kandungan alkohol tinggi bisa berdampak ke banyak organ tubuh, salah satunya ginjal. Alkohol bisa mempengaruhi keasaman ginjal dan keracunan dosis tinggi bisa cuci darah," tegas dr Aida baru-baru ini di Jakarta pada Netralnews.

Dijelaskan dr Aida, jumlah konsumsi alkohol dan waktu terserangnya gagal ginjal pada seseorang tidak bisa diperhitungkan. Namun yang jelas, semakin banyak konsumsi alkohol maka organ yang terpapar semakin banyak dan berpotensi, salah satunya gagal ginjal.

"Tidak pernah bisa dihitung matematis kandungan alkohol berapa persen dan bisa kena gagal ginjal. Yang jelas, semakin banyak konsumsi alkohol maka organ tubuh akan terpapar," jelas dr Aida.

Menurut Data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2017, menunjukkan jumlah pasien aktif yang menjalani hemodialisis sebanyak 77.892 orang. Sementara ada pula pasien baru yang menjalani hemodialisis, yakni 30.843 orang.

"Dari angka tersebut, 59 persen diantaranya mengenai usia produktif yakni 45-64 tahun," kata dr Aida.

Faktor risiko terjadinya penyakit ginjal sebagai salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) juga bersamaan dengan berlakunya pola hidup tak sehat seperti merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik dan pola makan tidak sehat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P