• News

  • Kesehatan

Penderita Sakit Jantung Tak Boleh Kerokan, Mitos atau Fakta?

Prof Yoga Yuniadi, Guru Besar FKUI.
NNC/Martina Rosafo
Prof Yoga Yuniadi, Guru Besar FKUI.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda kerap mendengar berbagai pernyataan yang beredar di masyarakat bahwa "orang sakit jantung dilarang kerokan?". Jika ya, apakah Anda percaya akan pernyataan tersebut?.

Dijelaskan Guru besar FKUIyang juga merupakan ahli jantung dan pembuluh darah RS Columbia Asia Pulomas, Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K), keadaan serangan jantung memang kerap dianggap masuk angin, sehingga banyak kasus yang alami serangan jantung malah kerokan.

Dijelaskan Prof Yoga, serangan jantung sebetulnya merupakan keadaan dimana terjadi sumbatan koroner. Salah satu upaya untuk mengatasi keadaan tersebut adalah mengkonsumsi obat pengencer darah kuat yang berfungsi untuk membuka sumbatan.

"Kalau dikerok, bisa ada perlukaan pembuluh perifer. Perlukaan bisa terjadi karena pengaruh obat pengencer darah," kata Prof Yoga.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Yoga usai konferensi pers Inovasi Alat Pacu Jantung Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung-Multipoint Pacing Cardiac Resynchronization Theraphy Pacemaker, Harapan Baru Bagi Pasien Gagal Jantung di Rumah Sakit Columbia Asia di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Kata Prof Yoga, selain perlukaan pada permukaan yang dikerok, dampaknya permukaan yang dikerok bisa lebih merah dari warna kerokan umumnya. Bagi Prof Yoga, kedua keadaan tersebut akan menambah masalah bagi pasien serangan jantung.

Diimbau Prof Yoga, apabila merasa seperti masuk angin namun disertai nyeri dada, mual, muntah, agar tidak dianggap masuk angin. Pasalnya keadaan tersebut bisa saja merupakan serangan jantung atau angin duduk yang bisa mengancam jiwa.

"Jadi kalau masuk angin, nyeri dada, mual, muntah, jangan anggap masuk angin saja, jangan-jangan serangan jantung atau angin duduk. Jadi bukan tidak boleh (kerokan), kalau dilakukan nanti dampaknya itu," jelas Prof Yoga.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P