• News

  • Kesehatan

Ini Tips Berpuasa untuk Penderita Hipertensi dan Diabetes Melitus

Ilustrasi
FMT
Ilustrasi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dietisien Instalasi Gizi RSCM Triyani Kresnawan, DCM, MKes, RD mengatakan, penderita Hipertensi atau tekanan darah tinggi dan Diabetes Melitus (DM) masih bisa menyambut Bulan Ramadan dengan berpuasa. Namun memang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama menjalankan ibadah puasa.

Triyani mengimbau para penderita Hipertensi untuk mengatur jadwal minum obat yang bisa dilakukan ketika berbuka puasa san sahur. Penderita Hipertensi juga diimbau untuk mengatur asupan kalori dengan memperhatikan kandungan makanan, terlebih terkait asupan garam.

"Bagi penderita Hipertensi kurangi asupan garam. Hanya boleh konsumsi garam kurang lebih 5 gram sehari, sekitar satu sendok teh," jelas Triyani saat temu media di Kementerian Kesehatan, baru-baru ini di Jakarta.

Pada penderita DM, Triyani jelaskan, hanya pada DM yang tidak bergantung pada suntik insulin yang masih boleh berpuasa, dengan catatan, penderita DM dapat menghitung kalori makanan yang dikonsumsi dengan baik sesuai. Kalori perlu diperhatikan berdasarkan tinggi badan, berat badan, hingga aktivitas sehari-hari.

Triyani juga tegaskan bahwa penderita DM harus tetap melakukan konseling dan minum obat oral yang telah ditentukan. 

"Kalori asupan makanan harus dihitung dengan baik sesuai kebutuhan, karena tiap individual berbeda, sehingga perlu konseling khusus," terang Triyani.

Tidak lupa, dianjurkan pula konsumsi air yang cukup saat berbuka puasa hingga sahur, yakni normalnya delapan gelas sehari. Hal ini harus dilakukan agar tubuh selalu terhidrasi.

Satu gelas air bisa diminum setelah bangun tidur, satu gelas setelah sahur, satu gelas setelah adzan maghrib, satu gelas setelah sholat maghrib, satu gelas setelah buka puasa, satu gelas setelah sholat isya, satu gelas setelah tarawih, dan satu gelas sebelum tidur.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?