• News

  • Kesehatan

Jangan Makan Kurma Kebanyakan, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan

Ilustrasi buah Kurma
Dokter Sehat
Ilustrasi buah Kurma

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siapa yang tidak kenal dengan  kurma? Buah yang manis ini tentu kerap ditemui saat Bulan Ramadan. Kurma jadi salah satu pilihan kudapan berbuka puasa karena rasanya yang manis, mudah dibawa dan dikonsumsi dalam berbagai situasi, misalnya saat berbuka dalam perjalanan.

Seperti halnya sunnah Nabi Muhammad SAW, Dietisien Instalasi Gizi RSCM Triyani Kresnawan, DCM, MKes, RD juga imbau masyarakat konsumsi kurma cukup tiga biji saja saat berbuka puasa.

Ternyata sunnah tersebut bukan tanpa alasan, dari sisi kesehatan, kurma ternyata memiliki kalori dan karbohidrat tinggi. Kelebihan kurma tersebut ternyata mampu tingkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Dan tentu saja hal itu tidak baik untuk kesehatan.

"Jangan berlebihan, karena biasanya saat berbuka masih makan makanan lain, misalnya kolak atau es buah. Ini akan mengakibatkan penumpukan karbohidrat yang dapat meningkatkan trigliserin (lemak dalam darah)," jelas Triyani saat temu media di Kementerian Kesehatan baru-baru ini di Jakarta.

Dipaparkan Triyani, di dalam 100 gram kurma (sekitar 10 biji), mengandung sebanyak 282 kalori dan 75 gram karbohidrat. Maka dari itu, kurma tak disarankan dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

"Karena keistimewaan itu, kurma bisa meningkatkan gula darah yang turun selama berpuasa. Tapi tidak boleh berlebihan," tegas Triyani.

Terkait jenis kurma, dikatakan Triyani kandungannya rata-rata hampir sama. Kecuali pada kurma hijau, diperkirakan kandungan kalorinya lebih sedikit.

"Jadi makannya jangan sampai sekotak, habis. Harus dibatasi agar tidak mengakibatkan penumpukan trigliserin," ujar Triyani.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli