• News

  • Kesehatan

Ini Bahaya Salat Tarawih Super Cepat bagi Tubuh Menurut Kemenkes

Ilustrasi Salat Tarawih
Bening Media
Ilustrasi Salat Tarawih

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Memasuki Bulan Ramadan, viral di media sosial (medsos) Salat Tarawih yang super cepat. Salat Tarawih tersebut ada Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dalam waktu 10 menit untuk 23 rakaat, Salat Tarawih bisa diselesaikan.

Mengetahui hal tersebut, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Kartini Rustandi MKes angkat bicara.

Menurut Kartini, Salat Tarawih sebagai salah satu bentuk ibadah serupa dengan aktivitas fisik, olahraga. Hal tersebut berlaku apabila aktivitas fisik tersebut dilakukan secara baik dan benar.

Tetapi menurut Kartini, Salat Tarawih super cepat tersebut bisa berbahaya bagi kalangan tertentu, salah satunya pada masyarakat yang telah Lanjut Usia (Lansia).

"Kalau ada Lansia, para pemimpin salat harus melihat kondisi umat. Kalau ada orang tua yang Artritis, hati-hati Salat Tarawih terlalu cepat," kata Kartini saat temu media di Kemenkes, baru-baru ini di Jakarta.

Artritis sendiri adalah peradangan pada satu atau lebih persendian, yang disertai dengan rasa sakit kebengkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak.

Lebih lanjut Kartini jelaskan bahwa Salat Tarawih yang dilakukan dengan baik dan benar bisa mendatangkan efek refleksi.

Misalnya saja pada posisi rukuk dan sujud, bisa menjadi salah satu bentuk peregangan. Ada pula duduk tahiyat akhir, kata Kartini, gerakan tersebut juga merupakan upaya peregangan apabila dilakukan dengan baik dan benar.

"Salat Tarawih bisa menjadi pengganti olahraga saat berpuasa. Tapi lakukan dengan betul," kata Kartini.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?