• News

  • Kesehatan

Memungkinkan Masuk ke Indonesia, Kemenkes Bagikan Cara Pencegahan Cacar Monyet

 Memungkinkan masuk ke Indonesia, Kemenkes bagikan cara pencegahannya.
Sehat
Memungkinkan masuk ke Indonesia, Kemenkes bagikan cara pencegahannya.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono imbau masyarakat tidak panik dengan adanya pemberitaan mengenai adanya penyakit Monkeypox atau Cacar Monyet yang kemungkinan dapat masuk ke Indonesia. 

Dirjen Anung menyatakan, Monkeypox dapat dicegah. Anung mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun dan menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

"Hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi. Hindari juga kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yang diburu dari hewan liar (bush meat)," kata Anung, seperti keterangan tertulis yang Netralnews terima, Rabu (15/5/2019).

Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit Monkeypox, diharap segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala Monkeypox. Gejala meliputi demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari tiga minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.

Kepada petugas kesehatan, Dirjen Anung mengingatkan agar menggunakan alat pelindung, minimal sarung tangan dan masker saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Gejala dan Tanda
Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya 6-16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.

Ruam pada kulit muncul pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.

Dirjen Anung juga menegaskan Monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.

“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” jelas Anung.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?