• News

  • Kesehatan

Lakukan Operasi Celah Bibir dan Celah Langit Sedini Mungkin

Dokter Spesialis Bedah Plasik dan Rekontruksi, Letkol Ckm dr Denny Irwansyah SpBP-RE
Netralnews/Martina Rosa
Dokter Spesialis Bedah Plasik dan Rekontruksi, Letkol Ckm dr Denny Irwansyah SpBP-RE

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dokter Spesialis Bedah Plasik dan Rekontruksi, Letkol Ckm dr Denny Irwansyah SpBP-RE imbau masyarakat yang memiliki anak dalam keadaan celah bibir dan celah langit (sumbing) untuk segera melakukan prosedur operasi. 

Imbauan ini disampaikan dr Denny, pasalnya semakin muda usia dilakukannya operasi maka semakin tidak terlihat bekas operasi yang dihasilkan.

Hal ini tentu menjadi penting bagi pasien dengan sumbing dan keluarga, karena operasi tanpa bekas akan berpengaruh pada estetika wajah. Estetika wajah juga akan berpengaruh pada psikologi anak dan keluarga terkait rasa percaya diri.

“Operasi adalah tindakan medis paling utama untuk menyatukan celah bibir/langit pada bayi maupun anak-anak. Dengan operasi dapat mengembalikan bentuk anatomi mendekati normal dengan memperhatikan estetis wajah, selain itu memperbaiki fungsi bicara, makan dan psikologis anak serta keluarga,” jelas dr Denny dalam Konferensi Pers Smile Train baru-baru ini di Jakarta.

Berdasarkan data Smile Train, rata-rata setiap tahunnya tercatat sebanyak 8000-9000 bayi terlahir dengan kondisi celah bibir dan celah langit di Indonesia. Celah bibir dan celah langit merupakan kondisi dimana terdapat celah diantara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan lelangit pada masa perkembangan janin.

Anak dengan celah bibir dan celah langit tidak bisa makan dan berbicara dengan benar, serta sering kali tidak bersekolah atau melakukan aktivitas seperti pada umumnya. Pada kebanyakan bayi yang melalui serangkaian operasi, dapat mengembalikan fungsi anggota tubuh dan mampu mencapai tampilan dengan bekas luka minimal.

“Tidak semua anak akan melalui operasi yang sama. Hal ini bergantung pada usia dan kondisi celah yang dialami,” jelas dr Denny.

Pada beberapa kasus, kata dr Denny, terkadang diperlukan operasi tambahan seperti operasi cangkok tulang, rhinoplasty atau operasi untuk memperbaiki bentuk hidung. Ada juga pasien yang perlu melakukan operasi perbaikan rahang atau operasi saluran telinga.

Smile Train sendiri merupakan organisasi amal internasional yang berfokus pada sebuah masalah tunggal serta dapat diperbaiki, dengan pendekatan yang berkelanjutan, yakni pada celah bibir dan celah langit. Upaya ini dilatarbelakangi karena jutaan anak di berbagai negara berkembang yang memiliki celah bibir dan celah langit, hidup dengan rasa malu dan terutama sulit makan, bernafas dan berbicara.

Bekerjasama dengan ahi bedah dan mitra rumah sakit, Smile Train menyediakan operasi gratis yang dapat mengambil waktu operasi sedikitnya 45 menit. Smile Train dinilai jadi sebuah solusi sederhana dengand ampak yang dapat mengubah masa depan anak menjadi lebih cerah.

Utuk memperoleh informasi terkait operasi celah bibir dan sumbing gratis dapat di cek melalui berbagai media sosial Smile Train, diantaranya: Facebook smiletrainindonesia, Twitter @SmileTrainID, dan Instagram @smiletrainindonesia. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli