• News

  • Kesehatan

Ribuan Kasus Terjadi Tiap Tahun, Ini Cara Turunkan Risiko Kelahiran Bayi Sumbing

Beberapa cara turunkan risiko kelahiran bayi sumbing.
Mother Baby
Beberapa cara turunkan risiko kelahiran bayi sumbing.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dokter Spesialis Bedah Plasik dan Rekontruksi, Letkol Ckm dr Denny Irwansyah SpBP-RE mengatakan, satu dari 300 kelahiran normal melahirkan bayi dengan keadaan sumbing. Sedangkan tiap tahun diperkirakan ada sekitar 7000 kelahiran bayi dalam keadaan sumbing setiap tahunnya.

Sumbing diketahui juga dengan keadaan celah bibir dan celah langit. Keadaan ini memberikan dampak bagi estetika wajah seseorang, menghambat cara berbicara, makan bahkan hingga bernafas. Keadaan sumbing juga berdampak pada psikologis penderitanya, yakni kurang percaya diri dan kerap memperoleh perundungan dari lingkungan sekitar.

Dijelaskan dr Denny, keadaan sumbing sebetulnya terjadi karena berbagai faktor, diantaranya karena keturunan atau genetik dan gangguan nutrisi. Selain itu, keadaan sumbing juga bisa terjadi karena hipoxia atau gangguan sirkulasi fetomaternal, konsumsi obat-obatan dan radiasi.

"Untuk mengurangi faktor risiko itu, bisa dilakukan dengan pemenuhan nutrisi pada vitamin dan zinc serta cukup air minum. Hindari juga konsumsi obat-obatan," kata dr Denny pada Netralnews, baru-baru ini di Jakarta.

Lebih lanjut dr Denny jelaskan obat-obatan perlu dihindari saat kandungan telah menginjak sekitar dua hingga tinga bulan. Kalaupun ada sakit, perlu konsultasi dengan dokter berpengalaman, mana saja obat yang kontraindikasi dan sesuai indikasi. "Jadi sakit pas hamil jangan asal minum obat dari warung," sambung dia.

Kalaupun bayi dilahirkan dengan keadaan sumbing, kata dr Denny, keadaan tersebut bisa diatasi dengan tindakan operasi. Tak terbatas pada anak, pada orang dewasa kasus bibir sumbing juga masih bisa dilakukan. Perbedaannya, apabila dioperasi saat usia anak, hasil operasi nyaris tidak akan terlihat bekasnya.

"Teori pada usia, semuda mungkin operasi dilakukan maka bekaa operasi parut akan lebih halus. Tapi operasi pada anak dan orang tua sama persis jenisnya," kata dr Denny yang praktik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Usai melakukan operasi, perawatan selanjutnya di rumah akan diberikan salep yang harus dioleskan secara rutin. Pada celah langit, diharuskan konsumsi makanan yang teksturnya cair selama satu bulan.

"Jadi kalau mau makan telur, daging, ayam boleh tapi harus diblender. Itu perlu dilakukan agar tidak menganggu langit-langit yang habis dioperasi," jelas dr Denny.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?