• News

  • Kesehatan

Tak Dapat Disembuhkan, Kenali Herpes yang Serang Daerah Kelamin Ini

Ilustrasi
dok.Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Dr dr Wresti Indriatmi SpKK(K), MEpid menjelaskan, herpes genital atau herpes kelamin merupakan penyakit infeksi virus herpes simpleks yang mengenai daerah kelamin. Herpes ini dikatakan bisa menyerang laki-laki dan perempuan.

Kata Dr Wresti, jenis herpes ini tidak dapat disembuhkan sehingga penyakit ini sering kambuh, terutama dalam 1-2 tahun pertama infeksi. Adapun pemicu dari kekambuhan herpes ini adalah stress psikis dan fisik, keadaan daya tahan tubuh yang menurun dan bisa terjadi juga akibat trauma.

“Herpes genital tidak dapat disembuhkan. Tetapi herpes ini tidak menimbulkan kematian atau kanker bagi orang dewasa,” kata Dr Wresti dalam Seminar Media baru-baru ini di Jakarta.

Tidak hanya itu, herpes gential ternyata berbahaya bagi bayi yang masih dalam kandungan. Dampak berbahaya ini bisa terjadi apabila ibu hamil bar pertama kali tertular virus herpes simplex ini.

“Herpes genital ini juga dapat ditularkan pada bayi saat lahir. Selain itu, herpes genital juga bisa mempermudah masuknya HIV,” ujar Dr Wresti.

Diketahui, herpes gential penyebabnya adalah virus herpes simplex atau Herpes Simplex Virus (HSV) tipe 1 atau tipe 2. HSV tipe 1 muncul di daerah bibir dan pinggang ke atas, sedangkan HSV tipe 2 muncul di daerah pinggang ke bawah, hingga kelamin.

HSV ini lantas dapat menimbulkan penyakit herpes bibir atau herpes labialis. Selain itu, HSV bisa menimbulkan penyakit herpes kelamin atau herpes genital.

Adapun penularan dari herpes genital adalah melalui kontak langsung mukosa atau selaput lendir bibir atau kelamin. Herpes genital ini juga ditularkan melalui ciuman, hubungan seksual antara kelamin dan kelamin, serta hubungan seks dengan mulut atau oral.

“Jadi herpes genital ini tidak dapat tertular melalui penggunaan wc duduk yang bersamaan atau penggunaan alat makan yang sama. Donor darah dimungkinkan juga bisa menjadi salah satu faktor penularan,” kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya