• News

  • Kesehatan

Jelang Mudik 2019, Ini Pesan Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek
BreakingNews
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek menekankan masyarakat yang akan  mudik agar cek kesehatan sebelum melakukan perjalanan.

“Kalo bisa sebelum berangkat cek kesehatan, karena itu ada pos kesehatan, ada 6.047 fasilitas kesehatan. Cek tekanan darah, gula darah, periksa stress juga,” kata Menkes saat ngabuburit sehat di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Menkes menambahkan perencanaan sebelum mudik juga harus dilakukan. Disarankan H-6 mudik kesehatan tubuh harus dijaga betul, jadi ketika berangkat mudik badan dalam keadaan fit.

Menkes juga menginginkan jangan sampai pemudik sakit, apalagi sampai masuk rumah sakit atau kecelakaan.

Diimbau ketika lelah, atau setelah menempuh perjalanan empat jam bagi pemudik menggunakan mobil dan dua jam bagi pemudik yang menggunakan motor. "Merencanakan itu utama, yang paling bahaya itu mengantuk saat berkendara,” sambung Nila.

“Sehat penting, kami (Kemenkes) bersama Kemenhub, Polri, dan sektor lain yang terkait kita menyatu dalam pelaksanaan mudik ini. Yang bawa mobil harus sehat, jangan minum alkohol,” tambah Menkes.

Untuk diketahui, Kemenkes menyediakan 6.047 Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk mudik tahun ini yang terdiri dari 923 Pos Kesehatan, 4.210 Puskesmas, 375 RS sekitar jalur pantura, 144 RS Rujukan, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan 188 Public Safety Center (PSC) 119. Jumlah ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 3.910.

Kemenkes sendiri menyatakan, pada mudik 2019, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa digunakan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) manapun. Kebijakan ini diberlakukan karena risiko masalah kesehatan atau kecelakan bisa terjadi saat mudik.

Kebijakan ini sebetulnya sama seperti tahun lalu bahwa siapapun yang memiliki JKN, ketika mudik bisa digunakan dimana saja, apalagi saat darurat. Maka dari itu pemudik diimbau tidak lupa membawa kartu JKN.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?