• News

  • Kesehatan

Herpes Genital Banyak Terjadi di Usia Dewasa Muda

Ilustrasi Herpes Genital.
Hello Dokter
Ilustrasi Herpes Genital.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dr dr Wresti Indriatmi SpKK(K), Mepid mengatakan, biasanya yang terkena Herpes Genital, seperti di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) berada di usia dewasa muda. Kategori dewasa muda yakni berada dalam rentang 20-40 tahun. 

Herpes Genital adalah herpes kelamin, merupakan penyakit infeksi virus herpes simpleks yang mengenai daerah kelamin. Herpes ini dikatakan bisa menyerang  laki-laki dan perempuan.

"Herpes genital kasusnya banyak terjadi di usia dewasa muda. Usia termuda pasien Herpes Genital di RSCM yaitu 16 tahun dan untuk tertua usia 64 tahun," kata Dr Wresti dalam Seminar Media baru-baru ini di Jakarta.

Persentase jumlah pasien penyakit ini di tahun 2016, yaitu 2,95 persen terdiri dari 4 pria; 8 orang wanita, tahun 2017, 3,37 persen terdiri dari 6 pria; 6 wanita, dan tahun 2018, 3,77 persen terdiri dari 7 pria; 8 wanita dan dari kasus tersebut, 60 persennya adalah kasus herpes atypic.

Herpes atypic merupakan keadaan herpes genital yang tidak menunjukkan gejala khas dan untuk mendeteksinya dibutuhkan pemeriksaan lab HSV dan PCR. Sebesar 20 persen asymptomatik atau yang tidak langsung menunjukkan gejala dan 20 persen typical atau yang sudah parah.

“Virus Herpes tidak dapat diobati secara permanen, jika sudah terkena virusnya maka akan tetap ada di dalam tubuh. Adapun obat-obatan yang ada sekarang hanya untuk mengurangi kekambuhan penyakit ini," kata dia.

Dijelaskan herpes genital bersifat periodik, kemunculannya akan bergantung dari daya tahan tubuh pasien. Bagi pasien dewasa, herpes genital tidak berbahaya ataupun menyebabkan kematian, namun bagi ibu hamil yang baru saja terkena virus HSV akan sangat berbahaya bagi bayinya.

“Herpes Genital bukan hanya menyerang fisik namun juga psikis, seperti menimbulkan rasa malu, tidak percaya diri bahkan dapat mempengaruhi hubungan antarpasangan," tegas dia.

Dikatakan Dr Wresti, masyarakat dapat melakukan pencegahan agar tidak terkena virus herpes, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual. Diimbau selalu menjaga kebersihan terutama pada area genital dan yang terpenting jika sudah menemukan gejala atau tanda herpes seperti sariawan di area genital, segera konsultasikan ke dokter untuk diobati.

"Hal itu perlu dilakukan guna mencegah terjadinya penularan, mengingat masyarakat sering tidak sadar bahwa mereka sudah terkena virus herpes," imbau Dr Wresti.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian