• News

  • Kesehatan

Tersengat Ubur-ubur saat Berwisata, Ini yang Harus Dilakukan

Ilustrasi terkena sengatan ubur-ubur.
Istimewa
Ilustrasi terkena sengatan ubur-ubur.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pantai menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi pilihan masyarakat saat libur Lebaran. Namun, wisata air tidak luput dari berbagai ancaman, salah satu diantaranya sengatan ubur-ubur.

Seperti wisatawan yang berlibur di pantai Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Baron Surisdiyanto di Gunung Kidul sempat menyampaikan, pada Kamis (6/6/2019) hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 94 orang, yang didominasi oleh anak-anak tersengat ubur-ubur.

Menanggapi kejadian ini, Pakar Toksikologi Dr dr Tri Maharani Msi SpEM mengatakan, ada dua hal yang masyarakat perlu tahu apabila menghadapi kasus sengatan ubur-ubur, yakni bantuan hidup dasar dan pertolongan pertama pada sengatan ubur-ubur.

“Apabila disengat ubur-ubur, tuangkan cuka pada area tersengat dan biarkan selama 30 detik dan lepaskan tentakel dengan penjepit/ sarung tangan. Setelah itu bawa korban ke pelayanan kesehatan terdekat atau rumah sakit,” kata Dr Maha dikutip dari infografis yang dia unggah.

Lebih lanjut Dr Tri larang masyarakat untuk tidak mencuci dengan air tawar dan menuang alkohol atau urin. Jangan pula mengoles gel, salep atau krim, jangan juga menggosok dengan tanah atau batu.

“Jangan rendam dalam air dingin atau panas. Jangan juga pergi ke dukun atau pengobatan tradisional,” pesan dokter yang juga Penasihat Gigitan Ular World Health Organization (WHO) ini.

Diketahui, anak-anak mendominasi kasus terkena sengatan ubur-ubur. Anak-anak terdampak sengatan karena memunguti ubur-ubur dan digunakan untuk bermain.

Adapun ubur-ubur yang menyengat di pantai Kabupaten Gunung Kidul adalah physalis (impes) yang berwarna biru dan mengapung di permukaan air laut ini mempunyai tentakel atau kaki yang menjuntai. Tentakel inilah tempat sel penyengat (nematocyst).

Nematocyst diketahui bisa melumpuhkan mangsa dan menjadi sistem pertahanan diri dari predator lainya termasuk manusia. Apabila terkena nematocyst, tubuh akan terasa gatal diikuti dengan rasa terbakar, nyeri bahkan sesak nafas.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?