• News

  • Kesehatan

Ini Alasan Cuka Efektif pada Pertolongan Pertama Tersengat Ubur-Ubur

Ilustrasi ubur-ubur
Beritagar
Ilustrasi ubur-ubur

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Toksikologi Dr dr Tri Maharani Msi SpEM imbau, wisatwan yang disengat ubur-ubur untuk menuangkan cuka pada area tersengat.

Setelah itu diimbau untuk dibiarkan selama 30 detik dan lepaskan tentakel ubur-ubur dengan penjepit/ sarung tangan, serta dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat atau rumah sakit.

Imbauan ini disampaikan Dokter Maha, menyusul pernyataan Satlinmas Wilayah II Baron Gunung Kidul yang melaporkan, hingga Senin (3/6/2019) - Sabtu (8/6/2019) ada sebanyak 311 orang terdampak sengatan ubur-ubur. Data tersebut berdasarkan laporan yang Netralnews terima sebagai update per Sabtu (8/6/2019) pukul 18.00 WIB.

Ratusan korban terdampak diketahui saat bermain di wisata pantai. Pantai tersebut diantaranya Pantai Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Watukodok, Nguyahan, Indrayanti, Sadranan, dan Ngandong.

"Cuka 5 persen efektif untuk denaktifasi nematocyst mbak. Nematocyst itu yang melepaskan venom ubur ubur yang berisi neurotoxin, cytotoxin, myotoxin atau cardiotoxin," kata Dokter Maha pada Netralnews, Sabtu malam (8/6/2019).

Dijelaskan, pemberian cuka akan menghentikan kondisi sistemik dan tinggal menyelesaikan tanda dan gejala yang timbul. Gejala tersebut diantaranya nyeri, abdominal cramp atau kram perut, sesak, gagal nafas karena neurotoxin atau gagal ginjal akut sampai gagal jantung dan paling fatal kematian.

"Sedangkan lama waktu mendiamkan cuka pada lokasi sengatan adalah 30 detik. Tiga puluh detik adalah waktu efektif menurut riset denatifasi nematocyst itu," kata Dokter Maha yang juga advisor kasus gigitan ular di World Health Organization (WHO) ini.

Kini, sistem one way di GT Cikampek hingga Cikarang sudah usai dan diganti lajur contraflow. One way sendiri masih diterapkan dari Kalikangkung KM 414 hingga GT Cikampek Utama KM 70.

Rencananya, penerapan one way dilakukan hingga pukul 7.00 WIB hari ini. Namun, Kepolisian akhirnya memutuskan one way diterapkan hingga pukul 24.00 WIB malam ini.

Strategi mengantisipasi kemacetan saat puncak arus balik tak hanya diterapkan di Tol Trans Jawa saja, tapi juga di Jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat. Upaya yang dilakukan di antaranya memberlakukan sistem contraflow.

"Memang kita sudah siapkan sistem contraflow dan pengalihan arus lalu lintas di jalur pantura. Sifatnya itu situasional, kalau arus lau lintas sulit diurai melalui petugas maka kita gunakan cara bertindak itu," kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto di Gerbang Tol Palimanan-Cirebon.

Selain itu pemberlakukan sistem one way juga dilakukan di Garut hingga Bandung. Pihak kepolisian telah memberlakukan sistem one way dari kawasan Tarogong hingga Nagreg sepanjang 30 kilometer pada Sabtu (8/6/2019) pukul 17.00 WIB.

"Kami melaksanakan one way untuk menguras kemacetan dari kawasan Kota Garut hingga Nagreg selama 1 jam," ujar Kasatlantas Polres Garut AKP Rizky Adi Saputro.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli