• News

  • Kesehatan

Digadang Aman, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya Dibalik Uap Rokok Elektronik

Ilustrasi rokok elektrik.
BBC
Ilustrasi rokok elektrik.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr DR Agus Dwi Susanto SpP(K), FAPSR, FISR, mengatakan, ada berbagai dampak rokok elektronik bagi organ paru. Kata Dr Agus, telah banyak penelitian-penelitian di laboratorium menujukkan dampak rokok elektronik pada sistem paru dan pernapasan. 

Kata Dr Agus, dampak rokok elektronik dapat meningkatkan peradangan atau inflamasi, kerusakan epitel dan kerusakan sel. Selain itu, rokok elektronik juga bisa menurunkan sistem imunitas lokal paru dan saluran napas, serta peningkatan hipersensitif saluran napas.

"Rokok elektronik bisa meningkatkan tahanan jalan napas, risiko asma dan emfisema. Bahkan berisiko kanker paru," kata Dr Agus, baru-baru ini di Jakarta. 

Dr Agus juga ungkap fakta sebenarnya dibalik uap rokok elektronik yang digadang-gadang aman. Penelitian menunjukkan dampak rokok elektronik pada sistem paru dan pernapasan bisa akibatkan iritasi saluran napas dan meningkatkan gejala pernapasan. 

Dampak lainnya adalah meningkatkan risiko bronkitis dan meningkatan risiko asma. Ada juga risiko penyakit bronkitis obliterans dan risiko infeksi paru seperti pneumonia.

"Rokok elektronik tidak bisa dijadikan alat bantu untuk berhenti merokok. FDA/WHO juga tidak merekomendasikan rokok elektronik sebagai terapi pengganti nikotin (NRT)," tegas dia. 

Dikatakan Dr Agus, pada saat konferensi WHO Framework Convention on Tobacco Control tahun 2014, menemukan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyatakan rokok elektronik dapat membantu seseorang untuk berhenti merokok. 

"Jadi rokok elektronik tidak konsisten dalam meningkatkan keberhasilan berhenti merokok," tegas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?