• News

  • Kesehatan

Sering Minum Bubble Tea, Ratusan Bola Tapioka Tersangkut di Usus hingga Anus Gadis Ini

Ratusan bola bubble tea tertahan di perut perempuan berusia 14 tahun, yang gemar minum teh susu.
dailymail.co.uk
Ratusan bola bubble tea tertahan di perut perempuan berusia 14 tahun, yang gemar minum teh susu.

TIONGKOK, NETRALNEWS.COM - Ratusan bola bubble tea tertahan di perut perempuan berusia 14 tahun, yang gemar minum teh susu, sebagai minuman trendi di kalangan anak muda.

Perempuan berusia 14 tahun itu dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya di Tiongkok timur setelah menderita sembelit selama lima hari. Dokter mengatakan pasien, yang dikenal dengan nama samaran Xiao Shen, telah gagal mencerna bubble tea sebagai bola-bola tapioka yang dikonsumsi bersama teh.

Xiao Shen dikatakan penggemar berat 'bubble tea', minuman populer di Asia Timur yang biasanya mengandung teh, susu, dan puluhan bola tapioka dalam sekali saji.

Bola kecil ini, juga dikenal sebagai 'mutiara' atau 'boba', terbuat dari tepung tapioka yang diekstrak dari akar kering tanaman singkong asli Amerika Selatan. Mereka biasanya terasa hambar dan memiliki tekstur kenyal.

Secangkir teh gelembung biasanya dijual seharga 10 yuan di daratan Tiongkok, atau sekitar Rp20.500 rupiah. Orang tua Xiao Shen lantas membawanya ke Rumah Sakit Rakyat di kota Zhuji pada 28 Mei 2019 lalu setelah dia mengeluh tentang sakit perut.

Orang tuanya mengatakan Xiao Shen mengalami sembelit dan nafsu makan yang buruk. Zhang Louwei, yang menerima pasien, mengatakan perut gadis itu menggembung.

Setelah pemeriksaan X-ray, Dr Zhang terkejut melihat lebih dari 100 bola-bola hitam itu tersangkut di tubuh Xiao Shen. Mereka dikatakan mengisi perut, usus dan dubur. Setelah ditanyai lebih lanjut, Xiao Shen mengakui dia minum bubble tea lima hari sebelumnya.

Zhang curiga bola-bola tapioka di dalam Xiao Shen telah terakumulasi dalam periode waktu yang lama, dan bukan merupakan hasil dari satu insiden. Dia meresepkan obat pencahar untuk membantu Xiao Shen mengatasi bola-bola itu.

Zhang memperingatkan masyarakat agar tidak minum terlalu banyak teh dengan tambahan bubble. Petugas medis mengatakan tepung tapioka bisa sulit dicerna.

Dia mengatakan bahwa toko-toko teh bubble mungkin menambahkan pengawet adiktif dan makanan buatan pada bola tapioka untuk meningkatkan tekstur.

Berasal dari Taiwan, teh dengan bubble telah menjadi semakin populer di kota-kota Barat dengan populasi Asia yang besar, seperti New York dan London.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P