• News

  • Kesehatan

Perokok Berisiko Dua Kali Lipat Terinfeksi dan Meninggal karena TB

ilustrasi rokok.
smokernews
ilustrasi rokok.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Dr dr Erlina Burhan SpP(K) menjelaskan, rokok mengandung 7.300 zat kimia dan sebagian besar adalah karsinogen poten. Paparan kronik dari rokok ini lantas akan mengakibatkan disfungsi atau gangguan imun dan paru.

Keadaan tersebut lantas berisiko terjadinya gangguan Tuberkulosis (TB), yakni infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTb), dapat menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Meski TB paru dapat disembuhkan, namun itu membutuhkan durasi yang lama yakni enam bulan.

“Jadi perokok berisiko dua kali lipat untuk terinfeksi dan meninggal karena TB dibandingkan bukan perokok,” kata dia baru-baru ini di Jakarta.

Dijelaskan Dr Erlina, hubungan rokok dengan infeksi paru yakni berawal dari paparan lama saluran pernapasan dengan rokok dan radikal bebas. Keadaan itu menganggu sistem imun alami, sehingga meningkatkan kerentanan infeksi paru.

Inhalasi zat rokok dapat menyebabkan gangguan di saluran nafas. Beberapa gangguan diantaranya adalah produksi lendir berlebih, gangguan pada rambut halus di saluran pernapasan. Zat rokok juga bisa sebabkan penurunan fagosit makrofag alveolus dan peningkatan ekspresi reseptor Platelet Activating Factor (PAF) pada epitel saluran nafas.

“Ini dapat meningkatkan adhesi atau penempelan bakteri di epitel sal nafas. Keadaan ini lantas meningkatkan risiko infeksi paru,” tegas dia.

Sedangkan bagaimana dengan rokok elektrik?. Dijelaskan rokok elektrik mengandung lebih sedikit zat kimia dibandingkan rokok tradisional, namun tetap memiliki kandungan zat berbahaya seperti formaldehid, nitrosamine, logam dan lainnya.

“Rokok elektrik dengan nikotin juga mengubah ekspresi beberapa gen, salah satunya adalah ICAM4 yang meningkatkan penempelan bakteri TB. Jadi risiko infeksi pada perokok rokok elektrik juga meningkat,” terang dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P