• News

  • Kesehatan

Kurus dan Botak, Ternyata Ini Penyakit yang Diidap Agung Hercules

Agung Hercules ternyata mengidap kanker otak,
Instagram
Agung Hercules ternyata mengidap kanker otak,

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar tidak mengenakan datang dari pedangdut humoris Agung Hercules. Pria yang dikenal berambut gondrong dan berbadan kekar kini alami perubahan fisik.

Melalui unggahan di akun Instagram komedian Isa Bajaj, Agung Hercules kini dalam keadaan botak. Tidak hanya itu, tubuh pengusaha Bakso Barbel ini juga terlihat kurus.

Menurut penulusuran Netralnews, di kolom komentar istrinya, Mira Rahayu, Agung mengidap Kanker Otak Glioblastoma Stadium IV. Diketahui, Agung kini dirawat di RSUD Kota Tangerang, berdasarkan informasi lokasi unggahan akun Instagram.

"Aamiinn ya robbal aalamiin. CA otak teh Glioblastoma stadium 4. Piduana nya teh," tulis Mira menjawab pertanyaan warga net mengenai penyakit Agung, dikutip dari Instagramnya, mir4r4h4yu, Minggu (16/6/2019).

Dilansir dari laman American Brain Tumor, Glioblastoma disebut juga GBM. GBM adalah tumor kelas IV yang ganas, di mana sebagian besar sel tumor bereproduksi dan membelah pada waktu tertentu.

Kanker dipelihara dengan pasokan darah pembuluh darah yang cukup dan tidak normal. Tumor ini sebagian besar terdiri dari sel-sel astrositik abnormal, tetapi juga mengandung campuran berbagai jenis sel (termasuk pembuluh darah) dan area sel-sel mati (nekrosis).

Glioblastoma bersifat infiltratif dan menyerang daerah otak terdekat. Mereka juga kadang-kadang dapat menyebar ke sisi yang berlawanan dari otak melalui serat koneksi (corpus callosum). Sangat jarang glioblastoma menyebar di luar otak.

Glioblastoma dapat timbul de novo, yang berarti mereka mulai sebagai tumor Kelas IV tanpa bukti prekursor tingkat yang lebih rendah. Tumor de novo adalah bentuk paling umum dari glioblastoma dan cenderung lebih agresif dan cenderung mempengaruhi pasien yang lebih tua.

Glioblastoma sekunder dapat berkembang dari tumor astrositik derajat rendah (Kelas II atau Kelas III) dan berkembang menjadi tumor Kelas IV seiring waktu. Secara umum, tumor ini cenderung tumbuh lebih lambat pada awalnya, tetapi bisa semakin menjadi agresif.

Glioblastoma biasanya didiagnosis sebagai IDH-wildtype atau IDH-mutan. Glioblastoma IDH-wildtype lebih umum, cenderung lebih agresif, dan memiliki prognosis lebih buruk daripada glioblastoma IDH-mutan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani