• News

  • Kesehatan

Salah Tindik, Benjolan 14 Ons Tumbuh di Telinga Wanita Ini

Jennifer asal Philadelphia yang mengalami benjolan di telinga
dok.dailymail
Jennifer asal Philadelphia yang mengalami benjolan di telinga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wanita berusia 29 tahun miliki benjolan 14 ons yang menyakitkan di telinganya. Ini terjadi setelah tindikan yang salah dan akhirnya diangkat oleh Dr Pimple Popper. Jaringan parut menyakitkan tumbuh dari sisi kepalanya selama 11 tahun.

Jennifer adalah seorang cosplayer dari Philadelphia. Wanita itu berusia 18 tahun ketika dia pergi untuk mendapatkan tindikan di tulang rawannya. Tapi dia mengalami reaksi ekstrem, tembakan tindikan itu mengejutkan jaringannya, memicu jaringan parut keras untuk tumbuh dan terus tumbuh.

Seiring waktu, benjolan membengkak, dan baru-baru ini pembengkakan terjadi cepat sehingga sulit untuk menutupi benjolan dengan syal dan rambut.

Tahun ini, Jennifer berusia 29 tahun, memutuskan untuk menangani masalah ini dengan kunjungan ke tim medis. Dr Lee lantas segera mendiagnosis Jennifer dengan keloid, yakni pertumbuhan berlebih jaringan parut keras yang disebabkan oleh trauma pada kulit.

Ini tidak biasa dengan tindikan tulang rawan, yang penyembuhannya lebih lambat daripada tindikan ke bagian lain telinga, dan mengenai bagian yang lebih sensitif dan sulit.

Diketahui, keloid paling umum terjadi pada orang di bawah usia 30 tahun, dan dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk tumbuh setelah trauma.

"Kasus Jennifer sangat parah. Keloidnya sangat menyakitkan dan sangat berat," kata Jennifer, dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (10/7/2019).

Dr Lee tidak berbasa-basi, apa yang terjadi pada Jennifer, mungkin keloid terbesar yang pernah dirinya lihat. Dr Lee mengeluarkan keloid secara pembedahan, sebelum Jennifer menjalani terapi radiasi untuk menurunkan risiko mengembangkan benjolan lagi.

"Semuanya telah berubah menjadi lebih baik. Tidak ada lagi sakit kepala, tidak ada lagi vertigo, 'kata Jennifer.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?