• News

  • Kesehatan

Ketika Alami Stres, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Ilustrasi stres.
Healthy
Ilustrasi stres.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Psikolog Roslina Verauli mengatakan, ketika stres tubuh menghasilkan 2 jenis hormon yakni catecholamines dan corticosteroids. Dua hormon ini ternyata bisa menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang mudah jatuh sakit. 

Menurut penelitian, ketika stres melanda ditahap awal tubuh akan memberikan alarm. Tubuh akan mengerahkan diri untuk melawan stres dan saat itu adrenalin di produksi. 

Tubuh lantas mengeluarkan dua respon fisiologis yakni fight atau menyerang dan respon lainnya adalah flight atau menghindar.

"Seperti pada hewan, apabila ada ancaman stress tubuh siaga untuk melakukan perlawanan atau menghindar. Misal kalau di era sekarang stres karena status keuangan buruk, masalah pernikahan dan stress berkepanjangan," kata Vera saat konferensi pers, Kamis (11/7/2019).

Dikatakan Vera bahwa momentum stres akan selalu ada dalam fase kehidupan, apabila tidak mampu mrngatasi maka akan berdampak pada kesehatan tubuh. 

"Gejalanya bisa mata kering, mata keluarkan air. Kalau stres, badan semua terpengaruh, bahkan ginjal dan lainnya," tegas dia.

Kalaupun status medis menyatakan tidak ada masalah psikis, bisa jadi ada masalah pada keuangan atau finansial pribadi. 

Ketika tubuh telah alami fase alarm, fase selanjutnya adalah fase resistance. Pada tahap ini, tubuh mengaktifkan berbagai mekanisme untuk mengatasi stres. Terjadi pula perubahan fisiologis yang semakin stabil, namun tingkat arousal secara fisiologis lebih tinggi dari keadaan normal. Pada tahap ini, individu mulai terbiasa dengan stres.

Pada fase terakhir, exhausten, ada kemampuan tubuh untuk mengatasi stress yang berkepanjangan dan terbatas. Namun kemampuan tubuh untuk bertahan malah menurun. Tubuh bisa alami kelelahan dan sistem kekebalan tubuh kolaps, sehingga disebut sebagai penyakit adaptasi.

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian