• News

  • Kesehatan

Peneliti: Partikel Kecil Polusi Udara Picu Gangguan Kesehatan Berat

Ilustrasi polusi udara yang disebabkan kendaraan bermotor.
tunza eco
Ilustrasi polusi udara yang disebabkan kendaraan bermotor.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peneliti kualitas udara Prof Dr Muhayatun Santoso mengatakan, teknik analisis nuklir memiliki sensitivitas dan selektivitas sangat tinggi. Teknik ini memungkinkan untuk mengukur partikel udara yang sangat kecil dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dengan menggunakan teknik analisis nuklir tersebut, Badan Tenaga Nuklir (Batan) dapat mengetahui konsentrasi massa partikel di suatu wilayah.

Untuk mengukur partikel paling kecil tersebut dengan teknik analisis nuklir, hal yang dilakukan adalah mengumpulkan sampel dengan menggunakan dichotomous sampler.

Sampel-sampel partikel di satu wilayah dikumpulkan dalam dua fraksi, yaitu partikel yang ukurannya paling kecil sampai dengan 2,5 mikrometer dan partikel berukuran 2,5 mikrometer sampai 10 mikrometer atau disebut coarse particulate atau partikel kasar.

Ia mengatakan, partikel halus itu merupakan partikel yang paling berbahaya karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat menembus organ yang paling dalam.

Partikel halus tersebut, kata dia, lebih banyak diperoleh dari anthropogenic source atau kegiatan yang dilakukan manusia, baik dari kegiatan transportasi, industri dan juga domestik.

Sementara partikel kasar atau coarse particulate adalah partikel yang sebagian besar dihasilkan dari proses natural, seperti angin kencang, gunung meletus dan kejadian alam lainnya.

Muhayatun juga mengatakan, partikel-partikel yang berukuran 2,5 mikrometer sangat berbahaya bagi kesehatan.

"Bayangkan jika partikulat debu yang ukurannya 28 kali lebih kecil dari diameter rambut kita di dalamnya banyak logam berat, sangat berbahaya untuk kesehatan," katanya di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

"Polutan itu berasal dari kegiatan transportasi, industri dan domestik," imbuhnya, seperti dilansir Antara.

Jika partikulat halusnya terlalu besar, kata dia, hal itu bisa menyebabkan gangguan pernapasan, infeksi saluran pernapasan atas (Ispa), asma dan gangguan lain.

Sementara, partikulat yang mengandung logam berat, lanjut dia, sangat berbahaya bagi anak-anak sehingga dapat menyebabkan keterbelakangan mental. Bahkan, partikulat yang mengandung logam berat juga dapat menyebabkan penyakit kanker.

Editor : Irawan.H.P