• News

  • Kesehatan

Ini Gejala-gejala Awal Anak Alami Disabilitas Psikososial

Peluncuran Buku Mengenal Anak dengan Disabilitas Psikososial
Netralnews/Martina Rosa
Peluncuran Buku Mengenal Anak dengan Disabilitas Psikososial

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Disabilitas psikososial adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun yang mengalami gangguan dalam proses berpikir, berperasaan, berperilaku, dan berinteraksi sosial sehingga aktivitas, partisipasi dan peran sebagai anak jadi terganggu. 

Anak dengan disabilitas psikososial juga hidup dan tinggal di sekitar kita, namun hampir sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang minim tentang anak dengan disabilitas psikososial. Ini termasuk dengan keluarga dan orang tua, mereka seringkali memperlakukan anak dengan disabilitas psikososial tidak sebagaimana mestinya.

Ada pandangan buruk atau stigma dan perlakuan yang dibeda-bedakan membuat anak dengan disabilitas menjadi kelompok yang rentan. Rentan untuk kemudian mendapatkan haknya diantaranya di sektor pendidikan dan kesehatan yang layak. Tidak jarang mereka juga mengalami tindak kekerasan baik di rumah, lingkungan sekitar atau di sekolah.

Maka dari itu diluncurkanlah sebuah Buku Mengenal Anak dengan Disabilitas Psikososial: Panduan untuk Orang Tua dan Keluarga di Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Penanggung jawab buku ini adalah Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan Rumah Tangga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Usman Basuni. Adapun Penulis dan Peneliti adalah Agus Hasan Hidayat, Rina Refliandra, Fatmawati, Mely Setyawati, Niniek Dhiniyanti.

Dikatakan anak dengan disabilitas psikososial juga kerap dikenal sebagai anak dengan gangguan jiwa. Lantas apa saja gejala-gejala awal anak dengan disabilitas psikososial:

Tanda-tanda di bawah ini merupakan ciri-ciri umum orang yang memiliki disabilitas psikososial, namun untuk memastikannya harus ada pengecekan baik secara medis maupun psikologis. Hal ini penting untuk mengetahui apa jenis disabilitas yang dialami oleh anak dan terapi apa yang harus dilakukan untuk mendukung pemulihannya agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Gejala diantaranya: sulit berkonsentrasi, berbuat kenakalan yang tidak wajar, suasana hati berubah drastis seperti tiba-tiba mengamuk menarik diri dari lingkungan sosial dan hilangnya minat pada teman, serta kegiatan yang biasanya mereka nikmati. Ada juga perasaan yang cemas, panik dan tiba-tiba merasakan takut yang luar biasa tanpa alasan yang jelas.

Anak juga bisa mengalami waham atau meyakini sesuatu yang tidak nyata, mengalami halusinasi yakni melihat dan mendengar sesuatu namun tidak nyata, dan memiliki gerakan tertentu dengan waktu yang lama. Ada juga terjadi penyalahgunaan zat adiktif seperti menghirup lem aibon, bensin dan kecubung, berbicara tidak runut atau tidak teratur dan merusak fisik diri sendiri.

Selain keluhan-keluhan psikologis di atas, gejala-gejala awal anak dengan disabilitas psikososial juga dapat terlihat dari keluhan-keluhan fisik. Keluhan fisik diantaranya seperti sakit perut yang terus-menerus dan sering mengalami pusing kepala. 

Apabila keluhan keluhan fisik berlangsung terus-menerus namun hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan penyakit, maka keluarga dan orang tua perlu pemeriksaan psikologis.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli