• News

  • Kesehatan

Universitas YARSI Lakukan Pendampingan Penanganan Stunting di Pandeglang

Rapat koordinasi terkait Program Pendampingan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang, Banten
Istimewa
Rapat koordinasi terkait Program Pendampingan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang, Banten

PANDEGLANG, NETRALNEWS.COM - Universitas YARSI Jakarta menggelar rapat koordinasi terkait Program Pendampingan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (25/7/2019). Rakor ini sendiri merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan pendampingan Universitas YARSI dalam Penanganan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang

Rektor Universitas YARSI, Prof dr H Fasli Jalal PhD, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan langkah pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pandeglang

"Setelah rapat koordinasi ini, Universitas YARSI akan menerjunkan dosen dan mahasiswa dari berbagai keilmuan. Nantinya pihak universitas akan melakukan kegiatan pendampingan di tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten Pandenglang. Terutama di 10 desa lokus stunting," kata Prof Fasli Jalal, dalam rakor yang dihadiri sejumlah stake holder di lingkungan Pemkab Pandeglang dan juga Kementerian Kesehatan itu.

10 desa yang akan menjadi wilayah prioritas penanganan stunting di Kabupaten Pandeglang yakni Desa Tegalongok, Desa Pasir Karag, Desa Koroncong, Desa Pakuluran, Desa Bayumundu, Desa Kadumaneuh, Desa Kadugadung, Desa Koncang, Desa Langeunsari, Desa Pasirdurung.

Dalam rakor yang berlangsung hingga Jumat (26/7/2019) itu, Fasli menjelaskan, stunting adalah masalah pembangunan yang kompleks, dan terkait dengan kemiskinan, kelaparan dan kurang gizi, kesehatan ibu dan anak, penyakit, pendidikan, kondisi lingkungan dan sanitasi, serta keamanan pagnan dan gizi. Sebab itulah penanggulangan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor, lintas disiplin serta lintas pelaku.

"Mudah-mudah kedua belah pihak bisa menangani persoalan stunting ini dengan benar dan tepat sasaran. Selain itu, kami bisa belajar dari apa yang pemkab lakukan. Kami akan masukan ke fakultas yang ada di universitas kami tentang hal-hal yang terjadi di lapangan. Tapi, kami ingin juga berbagai penelitian yang kami lakukan bisa dikerjasamakan lebih lanjut," ujar Fasli.

Rakor ini sendiri dihadiri Rektor Universitas YARSI, Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes, Bupati Pandeglang, Setda, Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Kepala Dinas sektor terkait intervensi sensitif stunting yaitu Dinas Sosial, Kepala Bapedda Kabupaten Pandeglang, Kepala DP2KBP3A, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perikanan, Dinas Perkim, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Disperindag, Disdukcapil dan Diskomsastik.

Hadir pula 6 Camat di lokus stunting yaitu Camat Bangkonol, Camat Kaduhejo, Camat Banjar, Camat Cipeucang, Camat Saketi, Camat Sindang Resmi serta Kepala Puskesmas PKM Bangkonol, PKM Kaduhejo, PKM Banjar, PKM Cipeucang, PKM Saketi dan PKM Sindang Resmi. 

Kegiatan Pendampingan Universitas YARSI penanganan stunting di Kabupaten Pandeglang dimotori oleh Fakultas Kedokteran yang disupport oleh Fakultas Psikologi, Ekonomi dan Teknologi Informasi serta Bagian Agama Islam.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Gizi menjalin kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melakukan pendampingan kepada pemerintah kabupaten dalam mengelola program penanggulangan stunting.

Universitas YARSI merupakan salah satu dari 17 Perguruan Tinggi yang dipercaya pemerintah untuk mengawal program ini sesuai harapan pemangku kepentingan. Universitas YARSI bersama UKI tercatat sebagai dua PTS yang dilibatkan dalam penanganan masalah stunting. Sedangkan partisipan dari perguruan tinggi lainnya semua berasal PTN ternama. 

Universitas YARSI yang terletak di JL Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarata Pusat, saat ini, memiliki 6 fakultas dengan 10 prodi (Fakultas Kedokteran dengan Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter), Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (Prodi Manajemen dan Akuntansi), Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Informasi (Prodi Teknik Informatika dan Prodi Ilmu Perpustakaan), Fakultas Kedokteran Gigi (Prodi Pendidikan Dokter Gigi dan Prodi Profesi Dokter Gigi) dan Sekolah Pasca Sarjana dengan 3 prodi yaitu Magister Manajemen, Magister Kenotariatan dan Magister Sains Biomedis.  

Editor : Nazaruli