• News

  • Kesehatan

Ini Cara Deteksi Anak yang Alami Disabilitas Psikososial

Ilustrasi Disabilitas psikososial pada remaja
Boombastis
Ilustrasi Disabilitas psikososial pada remaja

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Disabilitas psikososial adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun yang mengalami gangguan dalam proses berpikir, berperasaan, berperilaku, dan berinteraksi sosial sehingga aktivitas, partisipasi dan peran sebagai anak jadi terganggu. 

Tapi orang tua tidak perlu khawatir berlebih pasalnya disabilitas psikososial dapat dikenal atau dideteksi sejak dini ketika gejala-gejala awal muncul.

Gejala diantaranya: sulit berkonsentrasi, berbuat kenakalan yang tidak wajar, suasana hati berubah drastis seperti tiba-tiba mengamuk menarik diri dari lingkungan sosial dan hilangnya minat pada teman, serta kegiatan yang biasanya mereka nikmati. Ada juga perasaan yang cemas, panik dan tiba-tiba merasakan takut yang luar biasa tanpa alasan yang jelas.

Anak juga bisa mengalami waham atau meyakini sesuatu yang tidak nyata, mengalami halusinasi yakni melihat dan mendengar sesuatu namun tidak nyata, dan memiliki gerakan tertentu dengan waktu yang lama. Ada juga terjadi penyalahgunaan zat adiktif seperti menghirup lem aibon, bensin dan kecubung, berbicara tidak runut atau tidak teratur dan merusak fisik diri sendiri.

Selain keluhan-keluhan psikologis di atas, gejala-gejala awal anak dengan disabilitas psikososial juga dapat terlihat dari keluhan-keluhan fisik. Keluhan fisik diantaranya seperti sakit perut yang terus-menerus dan sering mengalami pusing kepala. 

Lantas, bagaimana cara mendeteksi anak dengan disabilitas psikososial?. Untuk memahami ini  diluncurkanlah sebuah Buku Mengenal Anak dengan Disabilitas Psikososial: Panduan untuk Orang Tua dan Keluarga baru-baru ini di Jakarta.

Penanggung jawab buku ini adalah Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan Rumah Tangga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Usman Basuni. Adapun Penulis dan Peneliti adalah Agus Hasan Hidayat, Rina Refliandra, Fatmawati, Mely Setyawati, Niniek Dhiniyanti.

Dikatakan Hal pertama yang bisa dilakukan dengan pergi ke Puskesmas, jadi keluarga dan orangtua mendatangi fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Kedua agar mendapatkan hasil pemeriksaan yang tepat dan jelas dapat mengunjungi klinik dokter. Ketiga, keluarga dan orang tua harus mendatangi psikolog klinis atau psikiater.

Dijelaskan, psikolog klinis adalah tenaga ahli yang paham mengenai psikologi, ssehingga dapat melakukan pemeriksaan psikologi dan memberikan diagnosa dan psikoterapi. Psikiatri sendiri merupakan dokter yang ahli dalam kesehatan jiwa, yang bisa memberikan diagnosa dan bisa melakukan intervensi dan memberikan obat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli