• News

  • Kesehatan

Vaksin Infeksi Seksual Menular Klamidia Lolos Tes Keamanan Awal

Ilustrasi pemberian vaksin
Onlinedoctor
Ilustrasi pemberian vaksin

LONDON, NETRALNEWS.COM - Sebuah vaksin untuk melindungi dari infeksi klamidia yang ditularkan secara seksual telah lulus tes keamanan awal. Ini adalah vaksin yang pertama dari jenisnya yang memasuki masa pencobaan pada manusia.

Para ahli mengatakan imunisasi mungkin merupakan cara terbaik untuk mengatasi penyakit ini.

Lebih banyak uji coba harus dilakukan untuk memeriksa seberapa baik kerjanya dan dosis apa yang harus diberikan, menurut jurnal The Lancet Infectious Diseases.

Tes-tes itu akan memakan waktu bertahun-tahun, dan sementara itu cara terbaik untuk menghindari klamidia saat berhubungan seks adalah dengan menggunakan kondom.

Para ahli berharap vaksinasi ini dapat menawarkan perlindungan jangka panjang.

Dalam uji coba vaksin ini, para peneliti dari Imperial College London membandingkan dua formulasi berbeda dari vaksin bersama dengan suntikan tiruan atau placebo pada 35 wanita.

Kedua formulasi itu tampaknya aman, tetapi yang satu menonjol sebagai kandidat antibiotik. Para peneliti sekarang ingin memindahkan vaksin ini ke tahap pengujian berikutnya.

"Temuan ini menggembirakan, karena hasilnya menunjukkan vaksin itu aman dan menghasilkan jenis respon kekebalan yang berpotensi melindungi dari klamidia," kata Prof Robin Shattock dilansir dari BBC, Selasa, (8/13/2019) .

Lanjut dia, "Langkah selanjutnya adalah menguji vaksin ke percobaan lebih lanjut, tetapi sampai selesai, kita tidak akan tahu apakah itu benar-benar protektif atau tidak.

"Kami berharap untuk memulai tahap pengujian berikutnya 1-2 tahun kedepan. Jika uji coba itu berjalan dengan baik, kami mungkin memiliki vaksin yang dapat diluncurkan dalam waktu sekitar lima tahun."

Dia menyarankan bahwa vaksin tersebut berpotensi ditawarkan bersama jab HPV yang saat ini digunakan untuk melindungi terhadap kanker serviks.

Apa itu klamidia?

Klamidia adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom (meskipun tidak ada penetrasi).

Bakteri klamidia berada dalam air mani dan cairan vagina. Orang yang terinfeksi klamidia sering kali tidak menunjukkan gejala terkena penyakit ini, itulah sebabnya orang kadang-kadang menyebutnya sebagai penyakit "tak terlihat".

Jika tidak diobati dengan antibiotik, infeksi klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius dan mempengaruhi kesuburan.

Pria dan wanita di bawah 25 yang aktif secara seksual disarankan untuk dites untuk klamidia setiap tahun. Orang-orang juga dapat membeli kit swa-uji dari apotek untuk dilakukan di rumah dengan sampel usap atau urin.

Meskipun antibiotik dapat mengobati klamidia, seseorang dapat tertular infeksi lagi jika terkontak dengan bakteri tersebut.

Chlamydia tetap menjadi penyakit seksual menular yang paling umum meskipun telah dilakukan skrining dan pengobatan yang efektif.

Reporter : Turkhan Akhyar
Editor : Nazaruli