• News

  • Kesehatan

Apa Benar Orang Gila Tidak Pernah Sakit? Ini Penjelasan KPSI

Ilustrasi orang gila di jalan
Lintangnews
Ilustrasi orang gila di jalan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Bagus Utomo angkat bicara terkait masih beredarnya artikel dan meme yang berjudul "Kenapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit?". 

Menurut Bagus, pertanyaan tersebut merupakan stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Bagus juga harap, hoax tersebut dihentikan. 

Menurut Bagus, artikel dan meme "Kenapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit?" bisa muncul dari ketidakpedulian pada ODGJ dan menjustifikasi kemunafikan terhadap kasus-kasus ODGJ yang menggelandang.

Alasannya, bahwa orang gila tidak banyak pikiran dan selalu bahagia, sehingga makan dari tempat sampah pun tidak sakit. Dengan kata lain membiarkan orang gila menggelandang, toh terlihat sudah bahagia hidup menggelandang. Menurutnya, itu alasan yang sangat konyol dan munafik.

"Tidak ada orang yang menggelandang di jalan sampai rambutnya gimbal seperti itu merasa bahagia. Semua orang kalau makan sampah, tidur di emperan tanpa pakaian yang memadai ya bakal sakit," kata Bagus, dikutip dari unggahan di group media sosial Facebook KPSI, Selasa (27/8/2019).

Dijelaskan Bagus, ODGJ tidak menngeluh karena sedang mengalami gangguan otak yang berat dan tidak ditangani dengan baik secara medis, sehingga terlantar dan menggelandang. ODGJ juga tidak bisa mengungkapkan perasaan sakit karena banyak yang sedang terjebak dalam pikirannya sendiri dan putus dari realitas.

"Mereka menggelandang seperti itu karena kita semua masih terus tidak peduli terhadap penderitaan orang lain. Kita tutup mata dan tidak mau tau," tegas Bagus.

Menurut Bagus, banyak ODGJ menggelandang karena masih banyak orang yang menganggap gangguan jiwa adalah karena gangguan jin, setan, santet, azab dan lain-lain, sehingga terlambat dibawa berobat medis. 

Kebanyakan kasus gangguan jiwa yang telah parah baru dibawa ke psikolog atau psikiater. Akibatnya keluarga habis mengeluarkan biaya karena pergu ke praktisi pengobatan alternatif, sehingga pada akhirnya masuk ke jurang keputus-asaan dan kemiskinan.

Keadaan tersebut menurut Bagus yang membuat ODGJ akirnya tidak diobati, terlantar, dibuang atau dipasung. ODGJ juga menggelandang karena kita semua tidak peduli dan masih menganggap bahwa gangguan jiwa terjadi kurang iman.

"Stop menyebarkan meme dan artikel seperti ini ("Kenapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit?"), dan mulailah peduli. Dorong pemerintah daerah masing-masing untuk menolong ODGJ terlantar, khususnya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan setempat," tegas Bagus.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli