• News

  • Kesehatan

Kenali OSNA, Picu Penyimpangan Pola Wajah pada Usia Kritis 8 Tahun

Ilustrasi
Istimewa
Ilustrasi

DEPOK, NETRALNEWS.COM - Obstruksi Saluran Napas Atas (OSNA) merupakan keadaan tersumbatnya pernapasan melalui hidung yang disebabkan oleh pembesaran amandel dan adenoid. Kondisi tersebut menyebabkan seorang individu mencari cara untuk mendapatkan pernapasan yang lebih lega, sehingga muncul kebiasaan buruk bernapas melalui mulut  (Napas Mulut atau NM).

Penelitian oleh MK Purwanegara membuktikan bahwa 80,4 persen penderita OSNA memiliki kebiasaan buruk NM. Kebiasaan NM mengubah postur tulang servikal dan  postur kepala (PK), dan berubahnya arah tumbuh kembang wajah sehingga mempengaruhi bentuk wajah atau morfologi dentokraniofasial (DKF). 

Selain itu, pada anak-anak yang terdiagnosis menderita OSNA dengan NM, saluran napas akan menyempit sehingga akan muncul gejala mendengkur, dan napas terhenti atau apnea. Apalahi di usia 8 tahun, merupakan usia kritis terjadinya penyimpangan pola wajah (DKF). 

"Apabila anak yang berusia di bawah 8 tahun sudah terdiagnosis OSNA dengan NM kronis, maka sudah terdapat risiko terjadinya penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan wajah pada individu tersebut," kata Prof Dr Miesje Karmiati Purwanegara, drg, SU, Sp Ort(K) saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap dalam Bidang Ortodonti Universitas Indonesia (UI), Sabtu (14/9/2019).

Dalam upacara pengukuhannya, Prof Miesje menyampaikan pidato berjudul “Peranan Spesialis Ortodonti dalam Penanganan Penyimpangan Dentokraniofasial Penderita Obstruksi Saluran Napas Atas dengan Kebiasaan Bernapas melalui Mulut pada Masyarakat Indonesia".

Lebih lanjut dijelaskan, penampilan bentuk wajah yang sempit, panjang, profil yang cembung serta bibir yang terbuka, dapat mempengaruhi sosialisasi dan kondisi psikologis anak tersebut. Dengan demikian, penyakit infeksi saluran napas atas harus dicegah terutama pada usia sebelum 8 tahun, atau dengan kata lain diagnosis dini dan upaya pencegahan merupakan faktor yang sangat penting.

Maka dari itu, peran dokter gigi spesialis Ortodonti (Ortodontis) pada individu dengan diagnosis OSNA dengan NM adalah dalam penatalaksanaan penderita penyimpangan wajah atau dentokraniofasial, dimulai dari pemberian edukasi kepada masyarakat, deteksi dini, diagnosis sampai dengan pelaksanaan perawatan kondisi tersebut. 

"Perawatan oleh seorang ortodontis dapat dilakukan secara terintegrasi bersama dokter spesialis anak, spesialis THT, spesialis gigi anak, fisioterapis maupun psikolog sehingga tercapai tujuan perawatan yang ideal, dengan demikian generasi muda Indonesia dapat tampil seutuhnya sehat lahir maupun batin," jelas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli