• News

  • Kesehatan

Rusa Dapat Tularkan Tuberkulosis Langka pada Manusia

Rusa dapat tularkan tuberkulosis Langka pada manusia.
Istana
Rusa dapat tularkan tuberkulosis Langka pada manusia.

MICHIGAN, NETRALNEWS.COM - Rusa dapat menularkan bentuk Tuberkulosis (TB) yang langka kepada manusia, demikian peringatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yakni Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Menurut sebuah laporan baru dari agensi tersebut, seorang pria berusia 77 tahun dari Michigan didiagnosis menderita TB langka pada 2017. Dokter bingung karena pria itu tidak pernah terpapar pada orang dengan TBC atau negara-negara di mana infeksi itu lazim terjadi.

Tetapi setelah menemukan bahwa pria itu telah menjadi pemburu selama 20 tahun, dokter menjalankan tes. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dia telah terpapar Mycobacterium bovis, bakteri yang ditemukan pada hewan seperti rusa yang dapat menyebar ke manusia dan menyebabkan TBC.

Menurut laporan itu, dokter percaya pria itu menghirup bakteri ketika dia sedang berhadapan dengan rusa, yaitu saat organ dikeluarkan dari hewan yang mati. Dia dirawat dan kemudian keluar dari rumah sakit, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (2/10/2019).

CDC juga telah mengidentifikasi dua kasus lain dari jenis TB yang sama di antara penduduk di Michigan. Satu kasus terjadi pada 2002 setelah seorang pemburu diduga menghirup bakteri saat berpakaian rusa dan yang lain pada 2004 dari seorang pemburu yang terluka jarinya.

TB adalah infeksi bakteri yang biasanya disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Infeksi biasanya mempengaruhi paru-paru, tetapi bakteri dapat menyebabkan masalah di bagian tubuh mana pun, termasuk perut, kelenjar, tulang, dan sistem saraf.

Gejala TB termasuk demam, batuk, penurunan berat badan, kelelahan, kehilangan nafsu makan dan pembengkakan di leher. TB dari rusa, yang disebabkan oleh bakteri M. bovis, sangat jarang dan merupakan kurang dari dua persen dari semua kasus TB di AS.

TB langka ini biasanya menyebar dengan terpapar yang terinfeksi, meskipun manusia juga bisa jatuh sakit setelah minum susu mentah dari sapi yang terinfeksi.

Pengobatan TB melibatkan penggunaan antibiotik untuk membunuh bakteri, yang dapat bertahan setidaknya selama tiga bulan. Satu-satunya vaksin yang mencegah TB adalah vaksin Bacillus Calmette-Guérin, yang pertama kali diperkenalkan pada 1921. Di antara anak-anak, itu mengurangi risiko infeksi hingga 20 persen dan risiko infeksi menjadi penyakit aktif hingga hampir 60 persen.

CDC merekomendasikan agar para pemburu memakai alat pelindung, seperti sarung tangan dan topeng, saat berburu untuk mencegah tertular TB. Saat ini ada lebih dari 36,8 juta orang dengan lisensi berburu, tanda, dan izin menurut US Fish and Wildlife Service.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani