• News

  • Kesehatan

Pakai KB Spiral "Kebobolan" Hamil?, Ini Penjelasan Ahli

Anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Boy Abidin, SpOG(K).
Netralnews/Ocha
Anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Boy Abidin, SpOG(K).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda pengguna KB Spiral atau intrauterine device (IUD)?. Jika ya, pernahkah Anda mendengar atau bahkan mengalami "kebobolan" hamil meski telah menggunakan alat kontrasepsi tersebut?.

Anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Boy Abidin, SpOG(K) ungkap, kehamilan meski telah gunakan IUD tidak dipungkiri bisa saja terjadi. Pasalnya IUD hanyalah penghalang bagi sel telur, dan ketika berhubungan intim sperma tetap bisa masuk.

"Kalau sperma lincah, bisa tembus juga (dari IUD) sehingga terjadi kehamilan," ujar dr Boy, baru-baru ini di Jakarta.

Selain karena sperma yang menembus pertahanan IUD, dikatakan kehamilan bisa terjadi akibat posisi dan ukuran IUD. Posisi IUD bisa bergeser karena darah haid yang deras, sedangkan ukuran IUD terkait pula dengan ukuran rahim yang berbeda-beda, sedangkan IUD hanya tersedia dalam satu ukuran saja.

"IUD bisa geser dan lepas, paling sering karena ukuran rahim setiap perempuan berbeda dan ukuran IUD sama," tegas dia.

Disarankan dr Boy, sebagai upaya antisipasi agar rajin melakukan kontrol setiap enam atau satu tahun sekali. Kontrol dipakukan untuk melihat posisi IUD, apakah terjadi pergeseran atau tidak, atau bahkan lepas.

Selain itu diimbau juga ganti IUD tergantung masa pakai. Ada yang masa pakai lima tahun dan ada pula yang delapan tahun, penggantian IUD ini perlu dilakukan pasalnya lewat masa pakai, efektivitas IUD sudah tidak maksimal lagi.

"Kalau penyebab geser adalah ukuran besar rahim yang tidak sesuai dengan besar IUD. Bisa juga karena haid yabg banyak sekali," kata dia.

Haid yang memicu terjadinya pergeseran adalah keadaan darah kotor yang menggumpal atau deras. Maka dari itu IUD bisa ikut aliran darah dan gerakan kontraksi darah haid.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani