• News

  • Kesehatan

Ini Salah Satu Penyebab Kebutaan Pada Pasien Diabetes Melitus

Ilustrasi pemeriksaan mata.
allaboutvision.com
Ilustrasi pemeriksaan mata.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Perkumpulan Ahli Vitreoretina/Indonesian Vitreoretinal Society (INAVRS), Prof dr Arief S Kartasasmita, SpM (K), MKes, MM, PhD mengatakan, salah satu penyebab kebutaan dan gangguan penglihatan adalah penyakit Diabetes Melitus (DM). Penyakitnya dinamakan Diabetik Retinopati (DR).

Penyakit ini merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular DM dengan angka prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, diperkirakan prevalensi retinopati diabetik sebesar 42,6 persen.

"Penyebab utama retinopati adalah kombinasi dari tingginya tingkat tekanan darah, gula darah dan kolesterol. Komplikasi umum Diabetik Retinopati adalah Diabetik Makular Edema, biasa dikenal sebagai DME," kata Prof Arief dalam keterangan tertulisnya pada Netralnews, baru-baru ini.

Setidaknya akan ditemukan 24.600 orang dengan retinopati diabetik dan sekitar 10 persen dari jumlah tersebut mengalami kebutaan. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat pada tahun 2030 dengan estimasi 98.400 orang menderita diabetes dan sekitar 11.000 orang di antaranya mengalami kebutaan.

Mengingat sebagian besar kebutaan akibat diabetik retinopati merupakan kondisi yang permanen dan tidak dapat diobati, maka pencegahan dan pengobatan menjadi hal yang penting. DR yang semakin berkembang akan mengakibatkan DME.

Pada orang yang menderita DME, maka kualitas penglihatan akan semakin menurun seperti adanya titik hitam, buram dan melihat garis bergelombang. DME yang tidak segera diobati sejak dini ditambah dengan tidak terkendalinya kadar gula darah akan mempercepat proses terjadinya kebutaan.

DME terjadi ketika kebocoran cairan ke pusat makula, bagian peka cahaya dari retina yang bertanggung jawab untuk ketajaman penglihatan langsung. Cairan di makula bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah atau kebutaan.

"Untuk penderita DM tipe 2 harus sesegera mungkin setelah ia terdiagnosa DM. Pemeriksaan retina mata ini harus diulang setiap 1-2 tahun sekali atau sesuai dengan rekomendasi Dokter Mata Spesialis Retina," kata Prof Arief.

 
   

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P