• News

  • Kesehatan

Oftalmopati Graves Berdampak Buruk dan Turunkan Kualitas Hidup

Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Dr dr Imam Subekti SpPD, KEMD
Dokumen NNC/Martina Rosa Dwi Lestari
Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Dr dr Imam Subekti SpPD, KEMD

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Dr dr Imam Subekti SpPD, KEMD mengatakan, penyakit Graves yang disertai tanda dan gejala mata atau disebut Oftalmopati Graves (OG) akan berdampak buruk dan menurunkan kualitas hidup. 

Dikatakan Prof Imam, OG merupakan salah satu penyakit tiroid dengan modalitas terapi yang relatif terbatas dan hasil pengobatan yang masih belum memuaskan. Oleh karena itu perlu terobosan untuk mengatasi masalah tersebut. 

"OG adalah bagian dari proses autoimun yang kompleks yang melibatkan jaringan orbita dan periorbital pada penyakit Graves. OG secara klinis pada pemeriksaan awal ditemukan berkisar 25-60 persen," kata Prof Imam saat konferensi pers di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Prof Imam mengatakan, OG biasanya berdampak negatif dan jangka panjang pada pekerjaan, hobi dan fungsi psikososial pasien. Sebuah studi di Jerman, mendapati di antara pasien OG yang datang ke klinik terpadu tiroid-mata, melaporkan cacat pekerjaan yang signifikan, cuti sakit 36 persen, dinonaktifkan 28 persen, pensiun dini 5 persen, kehilangan pekerjaan 3 persen.

"Secara keseluruhan tiroid merupakan salah satu dari dua masalah besar di bidang endokrinologi. Di antara penyakit-penyakit di bidang tiroid, penyakit Graves menempati posisi penting mengingat jumlahnya sekitar seperempat dari keseluruhan kasus tiroid," jelas dia.

Menurut data di RSUPN-CM Jakarta 2004, menemukan dari sekitar 26 persen pasien hipertiroidisme, 22 persen di antaranya memperlihatkan adanya kelainan mata dalam berbagai bentuk. Bila menggunakan pencitraan CT scan atau MRI orbita, tanda OG dapat dideteksi pada hampir 90 persen pasien Graves. 

OG juga diketahui Iebih sering ditemukan pada dua kelompok usia, yaitu kelompok 40-44 tahun dan 60-64 tahun untuk wanita dan 65-69 tahun untuk pria, meskipun OG dapat muncul pada setiap umur. Rasio wanita dibanding pria pada pasien OG berkisar antara 5:1 hingga 10:1.

Lebih kanjut disebutkan, terdapat beberapa faktor risiko timbulnya Oftalmopati pada penyakit Graves sekaligus berperan sebagai faktor risiko yang berpengaruh pada progresifitas OG, yang dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok yang tidak dapat dimodifikasi dan kelompok yang dapat dimodifikasi. 

"Kelompok yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, dan genetik, termasuk ras,” tegas Prof Imam.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati