• News

  • Kesehatan

Ini Alasan Mengapa Rokok Bisa Memperburuk Penyakit Graves 

Ilustrasi perokok
Aleteia
Ilustrasi perokok

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Dr dr Imam Subekti SpPD, KEMD mengatakan, merokok memperburuk keadaan penderita penyakit Graves. Graves diketahui menempati posisi penting mengingat jumlahnya sekitar seperempat dari keseluruhan kasus tiroid. 

Apabila penyakit Graves disertai tanda dan gejala mata atau disebut Oftalmopati Graves(OG), akan berdampak buruk dan menurunkan kualitas hidup.

"Ini bisa terjadi karena rokok mengandung nikotin. Rokok juga sebabkan radikal bebas dalam tubuh dan sangat tidak sehat," kata Prof Imam saat konferensi pers di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Lebih lanjut Prof Imam sampaikan bahwa rokok dapat menimbulkan hipoksia dan rokok menimbulkan pemanjangan perbaikan kadar antibodi. Dikatakan, kadar antibodi yang memanjang akan semakin sulit dikendalikan. 

"Jadi diantaranya karena mekanisme yang disebabkan kandungan nikotin dan radikal bebas, hipoksia antibodi terhadap tiroid, dan reseptor dari TSH. Jadi rokok harus betul-betul dihindari dengan Graves," tegas Prof Imam.

Dipaparkan Prof Imam berbagai variasi manifestasi klinis pada kasus OG, misalnya mata dalam merah dan menonjol, antara mata kiri atau kanan salah satunya bisa jadi lebih besar, atau salah satunya lihat ke bawah. Pada kasus yang parah, OG bisa akibatkan tumbulnya kemosis atau pembengkakan sklera (bagian mata). 

"Penderita OG merasa ada pasir (di mata), sepet, pedih. Ada kemungkinan mulai muncul tanda dan gejala keluhan mata," kata Prof Imam.

Lebih lanjut dipaparkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan  2018, penduduk Indonesia berusia lebih dari 15 tahun yang merokok, 33,8 persen. Dengan jumlah perokok aktif yang masih tinggi (termasuk pada pasien Graves), maka akan berdampak pada risiko timbulnya OG, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. 

"Jadi OG terjadi karena pembengkakan otot mata ke depan, sedangkan mata ada di dalam tempurung kepala sehingga terjadi penonjolan bola mata," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli