• News

  • Kesehatan

Ketahui Faktor Risiko Oftalmopati Graves yang Lebih Sering Serang Perempuan

Ilustrasi penyakit Oftalmopati Graves yang menyerang wanitaa.
Istimewa
Ilustrasi penyakit Oftalmopati Graves yang menyerang wanitaa.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyakit tiroid secara keseluruhan merupakan salah satu dari dua masalah besar di bidang endokrinologi dan metabolisme, selain diabetes melitus. Hormon tiroid diketahui memiliki banyak peran penting dalam berbagai proses metabolisme, hingga regulasi suhu tubuh serta aktivitas fisiologis pada hampir semua sistem organ, sehingga kerap diklaim sebagai hormon kehidupan.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Dr dr Imam Subekti SpPD, KEMD mengatakan, penyakit Graves menempati posisi penting mengingat jumlahnya sekitar seperempat dari keseluruhan kasus tiroid dan merupakan penyebab sebagian besar kasus hiper tiroidisme. Penyakit Graves bisa disertai tanda dan gejala mata, disebut Oftalmopati Graves (OG) yang akan berdampak buruk dan menurunkan kualitas hidup.

"Jenis kelamin perempuan lebih sering (alami OG), sedangkan pada laki-laki kasusnya lebih berat," kata Prof Imam saat konferensi pers, Senin (15/10/2019).

Lantas mengapa pada perempuan kasusnya lebih sering dan pada laki-laki kasusnya lebih berat?. Prof Imam jabarkan, ini terjadi karena perempuan dan laki-laki berbeda jenis hormonal. Pada laki-laki kasusnya bisa lebih berat karena aspek merokok. 

"Jadi mau perokok aktif atau pasif berperan pada keparahan gangguan mata. Jadi ada faktor risiko dari lingkungan, terkait sebagai perokok aktif atau pasif," kata dia.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa ada dua faktor risiko yang berpengaruh pada timbulnya dan progresifitas OG. Pertama adalah kelompok yang tidak dapat dimodifikasi, yaitu usia, jenis kelamin dan genetik (termasuk ras). Kedua adalah kelompok yang dapat dimodifikasi, yaitu faktor lingkungan, disfungsi tiroid (hiper tiroid dan hipo tiroid) dan kadar TRAb (TSH receptor antibody).

"Kejadian atau perburukan OG bisa karena faktor genetik, umumnya mirip dengan penyakit Graves dengan beberapa tambahan modifikasi fenotip. Sedangkan suku, adalah Kaukasia-Asia. Sudah alamiah dan tidak bisa dihindari," tegas Prof Imam. 

Dikatakan OG adalah kelainan multifaktorial yang dihasilkan dari interaksi faktor endogen yang kompleks dan faktor lingkungan. Strategi umum dapat dirancang berdasarkan keterlibatan faktor lingkungan. 

Intervensi medis dapat secara efektif mempengaruhi jalannya OG, dengan meminta pasien untuk tidak merokok, memperbaiki disfungsi tiroid, penggunaan yodium radioaktif secara hati-hati, serta mengobati OG sedang-berat sedini mungkin.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian