• News

  • Kesehatan

Kisah Ara, Balita yang Sempat Koma, Terserang Leukemia Sejak Lahir

Khalidin dan anaknya SIti Aulia Zahra yang menderita kanker darah (istimewa)
Khalidin dan anaknya SIti Aulia Zahra yang menderita kanker darah (istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Khalidin, tidak pernah menyangka, anaknya Siti Aulia Zahra (4) di usianya yang masih balita sudah harus menanggung penyakit kanker darah atau leukemia. Pengetahuan yang minim terhadap penyakit kanker, menyebabkan penyakit yang menyerang Aulia tidak dapat dideteksi sejak dini.

Khalidin menuturkan, awalnya Aulia yang akrab dipanggil Ara, jatuh dari tangga kemudian panas tinggi. Setelah dibawa ke dokter, Ara didiagnosa menderita leukemia. Ketika itu usia Ara tiga tahun. Padahal, hasil analisa dokter, sebenarnya penyakit Ara sudah ada sejak lahir.

“Awalnya anak saya jatuh dari tangga, kemudian panas tinggi. Setelah dibawa ke rumah sakit, kata dokter anak saya ada kelainan darah, leukemia. Dan hasil analisa dokter sebenarnya penyakit ini sudah ada sejak lahir. Dokter juga bilang umur anak saya tidak akan panjang,” cerita Khalidin, di Cancer Camp, Puncak, Jawa Barat, seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (13/11/2016).

Khalidin yang sekarang menganggur, mengakui bahwa pola makan ibu sejak masa mengandung memang tidak teratur.

“Sekarang saya sadari, karena keterbatasan kami makan apa saja terutama yang instan. Selain praktis juga terjangkau. Tapi seperti ini akibatnya anak saya tidak tau sampai usia berapa hidupnya,” tuturnya.

Saat ini, tutur Khalidin, Ara sudah hampir setahun mengikuti kemoterapi untuk terapi penyembuhannya.

“Saya senang sekarang kondisi Ara sudah jauh lebih baik, dulu berat badannya hanya 9 kg, sekarang 16 kg. Dulu sempat lumpuh dan koma berhari-hari di rumah sakit, sekarang sudah bisa menggambar,” paparnya.

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian paling menakutkan di dunia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang. Berdasarkan Data International Agency for Research on Cancer (IARC) diketahui bahwa pada tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang.

Penyakit kanker tidak hanya menjangkiti orang dewasa, namun juga mengintai anak-anak. Untuk mengembalikan keceriaan anak-anak penderita kanker, PT Standardpen Industries bersama Yayasan Putera Peduli berkerjasama dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya menyelenggarakan Charity Cancer Camp.

“Kegiatan Charity Cancer Camp tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat kalinya. Tahun ini Kami mengangkat tema Daylight (Dare Yourselt to Live and Fight). Tema ini sengaja diangkat untuk mengajak dan memotivasi agar anak-anak penderita kanker dapat bermimpi setinggi mungkin, dan untuk para orangtua juga didorong agar semangat dalam mendampingi anak-anaknya dalam berjuang melawan kanker,” ujar Erika Indrajaya, Ketua Panitia Charity Cancer Camp.

Perkemahan khusus anak-anak penderita kanker ini pertama kali diadakan pada tahun 2013 dengan mengusung tema Golden Spy Academy, perkemahan kedua dilaksanakan dengan tema Dreamzania pada tahun 2014, dan pada tahun 2015 dengan tema perkemahan Wanderland.

“Perkemahan ini bertujuan untuk membantu dan menghibur pasien kanker dan keluarganya. Kami berharap seusai acara perkemahan ini para little cancer survivors menjadi lebih terhibur dan dapat memberikan inspirasi bagi para orangtua untuk melanjutkan kehidupan dengan berkualitas,” lanjut Erika.

Editor : Lince Eppang