• News

  • Kesehatan

Gus Sholah: Rokok Itu Makruh, Sebaiknya Ditinggalkan

KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah (Malang Times)
KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah (Malang Times)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid mengatakan rokok merupakan salah satu barang yang dihukumi makruh, karena itu sebaiknya ditinggalkan.

"Pesantren Tebuireng sudah melarang rokok, tetapi memang masih ada kyai atau ulama yang merokok," kata Gus Sholah, panggilan akrabnya, dalam sebuah lokakarya di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Gus Sholah menceritakan kyai yang merokok itu termasuk yang selama ini menentang kebijakan larangan merokok di Tebuireng. Akhirnya kyai tersebut jatuh sakit dan meninggal dunia.

"Pada saat sakit itu baru dia bilang bahwa merokok itu tidak baik," ujarnya.

Gus Sholah mengatakan masyarakat Indonesia, terutama umat Muslim, perlu diberi pemahaman yang benar tentang rokok. Bila pemahaman yang benar tentang rokok sudah diberikan, maka segala upaya pengendalian tembakau tidak akan diperlukan.

"Sama seperti daging babi yang diharamkan bagi umat Islam. Tidak perlu ada aturan yang melarang daging babi," tuturnya.

Gus Sholah menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya "Harga Rokok, Dilema Pembangunan dan Kualitas Hidup" yang diadakan PKEKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Selain Gus Sholah, pembicara lainnya adalah Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thabrany, guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Emil Salim, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan dr Donald Pardede dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Prof Suahasil Nazara.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara