• News

  • Kesehatan

Waspadai Pendarahan pada Kulit Anak, Bisa Jadi Gejala Leukemia

Anak penderita kanker darah atau Leukemia (Iran Daily)
Anak penderita kanker darah atau Leukemia (Iran Daily)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Profesor Djajadiman Gatot mengatakan, dua pertiga anak yang terkena kanker ternyata menderita kanker darah atau leukemia. Banyak dari anak yang mengidap penyakit ini akhirnya meninggal dunia karena orang tua tidak mengetahui gejala dari kanker darah.

Padahal, anak yang jatuh sakit saja sudah bisa memberikan dampak buruk bagi psikologis, apalagi jika sampai meninggal dunia karena kanker. Sehingga orang tua harus lebih baik dalam mengetahui gejala dari leukemia agar bisa melakukan deteksi dan pemeriksaan dini, seperti dilansir dari laman Dokter Sehat, Minggu (5/2/2017).

Menurut Prof Djajadiman, anak-anak yang mulai menunjukkan wajah yang pucat, kerap mengalami demam tanpa sebab dan dalam waktu yang lama, badan yang terus lesu, berat badan yang tidak stabil, dan pendarahan pada kulit, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar bisa diketahui apakah terkena leukemia atau tidak.

Dengan mampu mendeteksi gejala leukemia pada anak secara dini, diharapkan pengobatan kanker bisa segera dilakukan sehingga kemungkinan untuk mendapatkan kesembuhan juga akan jauh lebih besar. Selain itu, pengobatan yang dilakukan juga tidak akan membuat anak-anak terlalu menderita dalam waktu yang lama.

Orang tua harus mulai membiasakan anak melakukan gaya hidup sehat, khususnya dalah hal menjaga pola makan yang sehat dan olahraga. Dengan cara ini, anak pun tidak akan mudah terkena berbagai penyakit berbahaya.

Menurut keterangan tertulis Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dalam acara World Cancer Day Carnival 2017, terdapat tanda-tanda kanker pada anak yang patut diketahui oleh orang tua yakni, terjadinya pucat, memar atau perdarahan serta nyeri tulang. Adanya benjolan atau pembengkakan terutama jika tanpa rasa sakit dan tanpa demam atau tanda-tanda infeksi di tempat lainnya.

Tanda anak terkena kanker juga terjadi penurunan berat badan yang tidak jelas atau demam, batuk terus menerus atau sesak napas serta berkeringan di malam hari. Waspadai pula pupil yang berubah putih, juling, kehilangan penglihatan, memar atau bengkak di sekitar  mata serta perut atau abdomen.

Selain itu, tanda lain anak terkena kanker apabila terjadi sakit kepala yang terus menerus dan berat, muntah terutama pada pagi atau memburuk sepanjang hari. Tidak hanya itu, terjadi pula sakit pada anggota tubuh atau tulang, terjadi pembengkakan tanpa adanya trauma atau tanda-tanda infeksi.

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyakit ini termasuk tidak mengenal usia dan juga jenis kelamin.

Di Indonesia, kanker cukup banyak membunuh anak-anak. Menurut data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013, setidaknya ada 16.291 anak dari usia kurang dari 1 tahun hingga 14 tahun yang mengidap kanker. Namun, jika rentang ini diperpanjang hingga usia 17 tahun. Terlihat jelas bahwa leukemia adalah kanker yang paling banyak menyerang anak-anak di Indonesia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang