• News

  • Kesehatan

Digigit Laba-laba, Kaki Wanita Ini Terpaksa Diamputasi

Laba-laba cokelat dikenal berbisa dan menyebabkan infeksi pada gigitannya.
Daily Mail
Laba-laba cokelat dikenal berbisa dan menyebabkan infeksi pada gigitannya.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kisah Chey Alvarez asal Kanada mungkin dapat mengingatkan kita agar tidak meremehkan gigitan laba-laba. Gadis muda ini digigit laba-laba cokelat di pergelangan kakinya di rumahnya di Surrey, British Columbia, Kanada.

Dua hari usai digigit laba-laba, ternyata dia mengalami fasciitis nerotizing langka, yakni infeksi bakteri langka namun serius yang juga dikenal sebagai "bakteri pemakan daging".

Ia pun dilarikan ke rumah sakit dan mengalami koma. Dokter berjuang untuk menghentikan penyebaran infeksi dengan cepat dan akhirnya petenis berusia 21 tahun itu terpaksa diamputasi kakinya agar menghindari penyebaran infeksi.

Saat ia terbangun dari komanya, Chey menyadari ada yang aneh pada tubuhnya. Karena terlalu lemah untuk berbicara, dia meminta pulpen agar bisa menuliskan pesan ke ibunya.

Ibunya berjuang untuk menguraikan tulisan tangannya, sebelum akhirnya dapat membaca tulisan tersebut "apakah saya kehilangan kaki" tanya Chey dalam tulisannya, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Sabtu (8/7/2017).

Ibunya, Rhonda Alvarez Licona mengatakan, Chey dalam keadaan koma selama dua minggu dan tidak menyadari kalau kakinya diamputasi. Rhonda mengaku takut putrinya meninggal dunia.

"Tapi Chey tahu ada yang tidak beres saat dia tersadar dari komanya," kata Rhonda.

Ibunya pun masih menunda memberitahu putrinya tentang kabar amputasi itu, yang pasti akan menghancurkan hati Chey.

"Ketika dia sadar dari komanya, kami tidak memberitahunya tentang amputasi dan menunggu waktu beberapa hari lagi karena dia masih butuh dukungan hidup," kata Rhonda.

Bakteri itu juga menyerang bagian lain tubuhnya - lengan, kaki dalamnya dan daerah pinggulnya.

Necrotizing fasciitis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Ini bisa menghancurkan kulit, lemak, dan jaringan yang menutupi otot dalam waktu yang sangat singkat.

Hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Laba-laba cokelat biasanya berasal dari negara bagian Midwestern dan Southeastern di AS. Mereka adalah laba-laba paling berbisa kedua di negara bagian setelah laba-laba black widows.

Mereka 'pemalu' secara alami dan hanya menggigit saat terancam, tapi racunnya bisa menyebabkan gatal, menggigil, demam, mual dan berkeringat.

Chey, yang digigit pada 3 Juni, dalam keadaan koma selama 10 hari dan mendapat dukungan hidup selama 12 hari.

Keluarga Chey juga telah menyiapkan halaman penggalangan dana untuk membantu mendanai biaya pengobatannya.

"Dia harus belajar berjalan dari pinggul bahkan sebelum dia bisa belajar berjalan dengan kaki palsu," tulis Rhonda.

Necrotizing fasciitis paling sering disebabkan oleh infeksi Streptococcus grup A. Infeksi tersebut biasanya berlangsung hanya beberapa hari - mereka ringan dan biasanya membersihkan diri. Tapi dalam beberapa kasus yang tidak biasa bisa berkembang menjadi necrotizing fasciitis.

Mereka menginfeksi lapisan datar membran yang dikenal sebagai fasia, yaitu jaringan ikat jaringan yang mengelilingi otot, saraf, lemak, dan pembuluh darah.

Infeksi juga merusak jaringan di sebelah fasia.

Terkadang racun yang dibuat oleh bakteri ini menghancurkan jaringan yang mereka infeksi dan menyebabkannya kematian.

Bila ini terjadi, infeksi sangat serius dan bisa mengakibatkan hilangnya anggota badan atau kematian.

Editor : Lince Eppang