• News

  • Kesehatan

Anjing yang Pintar Menari Ini Meninggal karena Leukemia, Kenali Gejalanya

Pudsey, anjing yang pintar menari dan ikut dalam ajang pencarian bakat, meninggal karena leukemia.
BBC
Pudsey, anjing yang pintar menari dan ikut dalam ajang pencarian bakat, meninggal karena leukemia.

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jika Anda penggemar acara ajang pencarian bakat di Inggris yakni Britain's Got Talent, mungkin Anda pernah melihat seekor anjing pudel berbulu putih yang sangat pintar menari. Ya, Pudsey, si anjing yang menari bersama Ashleigh Butler, pemilik sang anjing, memukau juri pada 2012.

Kematian Pudsey dikonfirmasi oleh Ashleigh melalui laman Instagramnya. Ia mengatakan, Pudsey yang berusia 11 tahun, meninggal karena menderita leukemia akut.

"Saya tidak dapat dengan jujur percaya bahwa saya menulis kata-kata ini. Pria tampanku telah pergi dan saya tidak tahu harus berbuat apa tanpa dia. Hatiku hancir dan aku tidak tahu bagaimana aku bisa melewati ini. Ini sangat menyakitkan. Pudsey Bear ganteng ku tidak akan pernah ada di sisiku, dimana dia berada lagi," tulis Ashleigh, dilansir BBC, Sabtu (22/7/2017). 

Penampilan Pudsey dan Ashleigh memukau para juri dan penonton di 2012 pada ajang pencarian bakat itu. Bahkan Simon Cowell yang dikenal pelit memuji, sangat terpukau dengan tarian Pudsey. Sehingga, saat mengetahui kematian Pudsey, Simon mengatakan "Pudsey adalah salah satu anjing menari terbaik yang pernah saya lihat".

Bahkan Pudset dan Ashleigh dapat bertemu dengan Ratu di Royal Variety Performance.

Gejala leukemia pada anjing cenderung tidak jelas dan tidak spesifik. Pasalnya, gejala penyakit leukemia pada hewan sering meniru gejala penyakit sistemik lainnya, yang mempengaruhi organ atau sistem tubuh, seperti lemah, gampang lelah atau muntah.

Namun, jika Anda memiliki anjing, ada beberapa tanda klinis yang dapat diwaspadai dan butuh diagnosa dokter hewan apakah peliharaan Anda menderita penyakit kanker. Gejalanya seperti demam, kurang nafsu makan, lemah, lesu, nyeri perut, muntah, diare, selaput lendir pucat, pembesaran kelenjar getah bening, pembesaran hati, dehidarasi, kesulitan bernapas, peningkatan denyut jantung dan meningkatnya haus serta asupan air termasuk peningkatan frekuensi dan volume buang air kecil.

Leukemia akut lebih sering terjadi pada anjing paruh baya, rata-rata berusia sekitar 5 sampai 6 tahun. Leukemia kronis lebih banyak terjadi pada anjing yang lebih tua. Namun, anjing dari segala umur bisa terpengaruh oleh salah satu bentuk penyakit ini.

Editor : Lince Eppang