• News

  • Kesra

Begini Cara Slank Ajak Santri Rajut Kebangsaan

Slank lakukan roadshow adakan dialog kebangsaan.(Dok:Slankers)
Slank lakukan roadshow adakan dialog kebangsaan.(Dok:Slankers)

BREBES, NETRALNEWS.COM – Grup band Slank mengajak para santri untuk merajut kebangsaan dan dan menjaga keutuhan bangsa.

Rangkaian tur "Silaturahmi: Merajut Kebangsaan" yang digelar Asia Pulp & Paper (APP) dengan menggandeng grup band Slank di Brebes, Jawa Tengah, diisi dengan acara pertunjukan musik, dialog, tausiah, serta bakti sosial dengan para santri dan masyarakat.

Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata,  mengatakan pihaknya merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam Tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan guna menjaga persatuan bangsa.

"Sinar Mas yang sudah berusia 78 tahun berdiri di atas keberagaman. Kami meyakini bahwa keberagaman yang bisa dipersatukan akan menghasilkan sesuatu yang baik dan berkelanjutan," tutur Suhendra, dalam siaran persnya Jumat (15/09/2017).
Dia menambahkan setelah menyambangi Ciamis, kini giliran Brebes yang disinggahi oleh Slank dalam rangkaian tur Silaturahmi: Merajut Kebangsaan di empat kota.

Personel Slank selain mengadakan pertunjukan musik dan dialog di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 di Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes juga berkesempatan ikut menjual minyak goreng murah pada bazaar yang difasilitasi oleh Asia Pulp & Paper (APP) dan Sinar Mas.

Didampingi oleh budayawan Zastrouw Al Ngatawi, tokoh perempuan yang juga merupakan putri mendiang Presiden RI keempat Gusdur, Yenny Wahid, serta Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata, para personel Slank yang terdiri dari Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Bimbim (drum) dengan sabar menyambut animo masyarakat yang membludak dalam bazaar minyak goreng kali ini.

Acara dilanjutkan dengan Dialog Budaya dan Kebangsaan yang dilaksanakan di GOR Ponpes Al Hikmah 2, dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko serta Wakil Bupati Brebes, Narjo.

Zastrouw Al Ngatawi membuka dialog dengan menekankan pentingnya menjaga silaturahmi kebangsaan kita, salah satunya melalui rangkaian tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan ini. "Agar kokoh, kebangsaan adalah proses yang harus terus menerus diupayakan, dijaga, dan dirawat."

Sementara Yenny Wahid mengingatkan kepada peserta bahwa Indonesia adalah negara yang memfasilitasi dan menjamin umat beragama untuk beribadah dengan tenang. Ini dikarenakan Indonesia memiliki formula khusus, yaitu Pancasila.

"Pancasila merupakan ijtihad para ulama, disepakati dan diterima sebagai dasar negara kita. Pancasila juga memastikan bahwa semua umat beragama di Indonesia harus saling menghormati satu sama lain," terang Yenny.

Editor : Sulha Handayani