• News

  • Kesra

Pemerintah Sosialisasi Kebhinekaan Lewat Konser Musik

Mensos Khofifah Indar Parawansa melakukan sosialisasi kebhinekaan dalam konser musik.
Dok. Kemensos
Mensos Khofifah Indar Parawansa melakukan sosialisasi kebhinekaan dalam konser musik.

MOJOKERTO, NETRALNEWS.COM - Ada yang berbeda dari sosialisasi kebhinekaan. Meski bertujuan sosialisasi, namun digelar melalui konser musik. Hal ini merupakan Gagasan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) membangun penguatan nasionalisme dan kebangsaan melalui konser musik.

Pada konser bertajuk Silaturahmi Merajut Kebangsaan yang berlangsung di Pondok Pesantren Ammanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu malam (17/9/2017), tampil Grup Band Slank bersama Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa.

Kata Mensos, sebelum konser berlangsung anak-anak muda yang datang dari Mojokerto, Malang, Pandaan, Lamongan, Pasuruan, Tuban, Lumajang, Brebes dan berbagai kota lainnya juga diberikan pemahaman dan wawasan kebangsaan.

"Sosialisasi kebangsaan dan  kebhinekaan melalui musik ini merupakan formula tepat untuk segmen anak muda. Mereka bisa bergembira menonton konsernya, sambil mereka bisa menyerap pesan kebangsaannya. Ini sangat menarik dan tidak membosankan," tutur Mensos, seperti dalam laporan tertulis yang redaksi terima dari Humas Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (18/9/2017).

Khofifah mengatakan nasionalisme dan cinta tanah air penting ditanamkan kembali kepada anak bangsa. Maraknya gerakan radikal, isu berkedok agama namun bertujuan memecah-belah persatuan bangsa, bahaya miras, narkoba, pornografi dan lain-lain harus ditangkal dengan pendekatan-pendekatan yang kreatif.

"Mari kita bangun toleransi di tengah perbedaan. Saling rangkul bukan saling memukul. Kita semua bersaudara maka jangan saling memecah belah. Jaga negeri ini, ukir prestasi dan harumkan nama bangsa," ujar Mensos.

Bersama Vokalis Slank Kaka, Khofifah kemudian mengajak seluruh santri dan Slankers menyanyikan lagu Ya Ahlal Wathon.

Lagu yang diciptakan Kyai Wahab Hasbulloh pada tahun 1916 ini menggema di tanah lapang di samping ponpes. Lautan santri berbaju putih dan peci putih menyanyi dengan khidmat sambil mengepalkan tangan kanan mereka ke atas.

"Lagu tersebut memiliki syair semangat kebangsaan sangat luar biasa. Coba simak liriknya 'Pusaka Hati Wahai Tanah Airku, Cintaku dalam Imanku. Jangan Halangkan Nasibmu. Bangkitlah Hai Bangsaku'," ujarnya bersemangat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang