• News

  • Kesra

Minimalisir Komplain Beras Sejahtera, Ini Upaya Kemensos

Mensos awasi pembagian beras untuk para penerima BPNT.
Mensos awasi pembagian beras untuk para penerima BPNT.

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Menteri Sosial ( Mensos) Khofifah Indar Parawansa berharap agar kualitas barang pasokan pangan di E-Warong ditingkatkan, guna meminimalisir komplain keluarga penerima manfaat. Sehingga bisa dikonsumsi secara layak , tepat kualitas, tepat waktu dan tepat jumlah.

"BNPT sebagai konversi beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) bagi penerima manfaat harus dapat dijaga kualitasnya. Keluarga penerima manfaat harus dapat menikmati beras yang berkualitas, pastikan mereka punya pilihan jenis dan kualitas beras melalui e - warong dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)," kata Mensos, saat membuka Rakor dan Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2017 di Yogyakarta, Rabu (15/11/2017).

Khofifah menambahkan, tahun 2018 mendatang BPNT yang disalurkan pemerintah hanya dibatasi beras dan telur. Hal ini sesuai pedoman umum bantuan pangan non tunai yang baru diterbitlan oleh Kemenko PMK. Alasannya, kedua bahan pokok tersebut paling banyak menyedot pengeluaran keluarga kurang mampu dan sebagai upaya pemenuhan kecukupan gizi yang saat ini paling dibutuhkan.

Khofifah juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memaksimalkan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Khofifah mengatakan, saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya memaksimalkan percepatan validasi data dari daerah. Updating data ini merupakan upaya perbaikan data fakir miskin secara berkala agar bansos lebih tepat sasaran.

"Kami berharap daerah bisa memberi feedback signifikan terhadap perbaikan data kemiskinan, mengingat akhir November ini akan dikeluarkan surat keputusan Mensos tentang data fakir miskin yang akan dijadikan acuan intervensi program bansos," tutur Khofifah, seperti dalam laporan tertulis yang redaksi terimadari Humas Kemensos, Rabu (15/11/2017).

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani