• News

  • Kesra

Kota Kupang Sediakan Rp3 Miliar Bantuan Pendidikan

Ilustrasi dana pendidikan (biroasuransi.com)
Ilustrasi dana pendidikan (biroasuransi.com)

Berita Terkait

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyediakan anggaran Rp3,7 miliar untuk membiayai program bantuan pendidikan bagi lulusan SMA dan sederajat yang keluarganya masuk kategori miskin untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

"Ketersediaan anggaran itu sudah teralokasi dalam APBD 2016 dan akan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan mereka," kata Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada Antara di Kupang, Senin (20/6/2016).

Ia mengatakan bahwa alokasi anggaran Rp3,7 miliar pada tahun anggaran 2016 itu untuk membiayai pendidikan di perguruan tinggi bagi 1.500 tamatan SMA dan sederajat dari keluarga miskin di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Program tersebut, kata dia, dimaksud selain memperbaiki dan menigkatkan sumber daya manusia tamatan SLTA, juga untuk memberikan akses bagi anak keluarga tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Hal ini tentu akan sangat memberikan sebuah langkah maju bagi anak dari keluarga tidak mampu daerah itu untuk bisa terpacu dan terus berjuang menggapai masa depannya demi membangun sebuah kehidupan yang lebih baik.

Kebijakan Pemerintah Kota Kupang itu akan diberikan sepanjang masa pendidikan para penerima program bantuan pendidikan di perguruan tinggi atau selama 4 tahun.

Bersama DPRD Kota Kupang, kata mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, program ini disepakati agar memberikan ruang bagi kemungkinan teraksesnya anak miskin mendapatkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Akan ada kebangkitan harga diri dari orang tua dan keluarga bahwa anaknya bisa sarjana meski kehidupan ekonominya pas-pasan," kata Jonas.

Pemerintah memiliki cita-cita bahwa di suatu ketika semua keluarga miskin di Ibu Kota NTT memiliki anak berstatus sarjana. Tentu akan ada kebanggan sendiri bagi orang tua dan keluarganya.

Meski berstatus ibu kota provinsi, kata Jonas, penduduk miskin di Kota Kupang masih relatif sangat banyak, atau tercatat sebanyak 14.242 kepala keluarga yang masuk dalam golongan keluarga tidak mampu.

Jumlah tersebut berada pada batasan 15 persen dari jumlah keseluruhan penduduk di Kopta Kupang sebanyak 556.735 jiwa.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang berupaya untuk melakukan segala bentuk kebijakan demi membantu warga miskin agar bisa terus sekolah hingga sarjana.

"Hal ini sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menolong warganya yang masih berada dalam kondisi tidak beruntung," katanya.

Intervensi program kebijakan lainnya, kata Jonas, juga dilakukan hanya untuk menolong dan memberikan kepastian pemenuhan kebutuhan warga di tengah kehidupan yang kian memburuk tersebut.

"Memang butuh waktu, tetapi harus terus kita lakukan untuk kepentingan kesejahteraan ekonomi warga miskin daerah ini," kata Jonas.

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara