• News

  • Kesra

Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran, Tahir Foundation Bikin Proyek Percontohan

Tahir Foundation bikin pelatihan proyek percontohan untuk pekerja migran.
Prokal
Tahir Foundation bikin pelatihan proyek percontohan untuk pekerja migran.

JAKARTA, NNC - Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Tahir Foundation melaksanakan proyek percontohan untuk peningkatan kompetensi bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of understanding/MoU) yang dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan Chairman Tahir Foundation Datok Sri Prof DR Tahir, MBA di kantor Kementerian Ketenagakerjaan.

Menaker menyebutkan tujuan kerja sama itu juga untuk menemukan model kompetensi yang sesuai bagi calon PMI sehingga dapat dimanfaatkan untuk pelatihan-pelatihan selanjutnya.

"Nota kesepahaman ini sangat penting dalam rangka membantu masyarakat khususnya calon PMI untuk memperoleh kompetensi kerja dan kemudahan bekerja ke luar negeri," kata Hanif, Kamis (8/2/2018).

Dalam kerja sama itu, Tahir Fondation akan memberikan bantuan pelatihan bagi 5.000 calon PMI dan peralatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah dan membiayai pelatihan berbasis kompetensi kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hanif mengatakan dalam mandat yang diberikan oleh UU Nomor 18 Tahun 2017, pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kerja kepada calon PMI dan itu adalah suatu tugas yang tidak mudah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pelatihan yang dimiliki oleh pemerintah. "Kita butuh Datok Sri Tahir lainnya yang ikut andil dalam pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi kepada calon PMI," ujarnya.

Hanif menyatakan proses migrasi pada hakikatnya adalah untuk mewujudkan migrasi aman sebagai aktualisasi hak setiap warga negara atas pekerjaan yang layak, sehingga migrasi dapat mewujudkan kehidupan PMI dan anggota keluarganya lebih sejahtera.

"Dengan proses migrasi yang aman, permasalahan Pekerja Migran Indonesia dapat ditangani secara lebih mudah karena sesuai prosedur dan lebih mudah untuk menelusurinya," ujarnya.

Sementara Datok Sri Tahir menyambut positif adanya kerja sama peningkatan kompetensi bagi peningkatan kompetensi bagi calon PMI. "Ini berkah bisa memberikan kontribusi atau sumbangsih terhadap masalah PMI dalam negeri."

Editor : Sulha Handayani