• News

  • Kesra

Jauhi Masalah Hukum, Mensos Ajak ABH Jemput Masa Depan

Mensos saat silaturrahim di PSMP Paramita Mataram, NTB.
Kemensos
Mensos saat silaturrahim di PSMP Paramita Mataram, NTB.

MATARAM, NNC - Menteri Sosial Idrus Marham mengajak anak berhadapan dengan hukum (ABH) untuk bertaubat dari berbagai tindakan melanggar hukum dan menjemput masa depan yang lebih baik.

"Ingat bahwa selalu ada pintu taubat yang terbuka, minta maaf atas semua perilaku yang tidak baik," kata Mensos saat silaturrahim di PSMP Paramita Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/4/2018).

Mensos juga mengajak anak-anak yang berusia antara 13-18 tahun itu untuk berjanji mengubah perilaku menjadi lebih baik agar mencapai masa depan yang lebih baik dan pasti. Idrus  juga meninjau ruang praktik keterampilan tempat anak-anak tersebut mendapatkan keterampilan selama dibina di PSMP Paramita.

Sebanyak 90 anak dibina di PSMP Paramita, mereka diajarkan berbagai keterampilan seperti las, otomotif, bengkel motor, sablon dan pertukangan. Berbagai kegiatan keterampilan tersebut merupakan bentuk terapi dan juga menjadi bekal mereka untuk menjadi lebih baik setlah keluar dari panti sehingga diharapkan tidak lagi mengulangi berbagai tindakan melanggar hukum.

Mereka berada di PSMP Paramita karena terlibat berbagai kasus seperti pembunuhan, curanmor, kekerasan seksual, jambret, narkoba, miras dan lainnya.

Sebelumnya Mensos juga meninjau Rumah Perlindungan Sosial Anak "Bumi Gora" Mataram tempat anak-anak perempuan korban kekerasan seksual dilindungi.

Saat ini RPSA memberikan pendampingan kepada 19 anak perempuan yang berusia 12-15 tahun yang menjadi korban kekerasan seksual dan lima bayi serta satu balita.

Editor : Sulha Handayani