• News

  • Kesra

Survei IPB dan UGM, Kemendes Berhasil Entaskan 15.000 Desa Tertinggal

Survei IPB dan UGM, Kemendes berhasil entaskan 15.000 desa tertinggal.
NNC/Dimas
Survei IPB dan UGM, Kemendes berhasil entaskan 15.000 desa tertinggal.

AMBON, NNC – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyebut telah berhasil mengentaskan lebih dari 15.000 desa dari status tertinggal menjadi berkembang. Meski begitu, Mendes PPDT Eko Putro Sanjoyo mengaku belum berani merilis data ini secara resmi karena baru berasal dari survei yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada dan Institut Pertanian Bogor.

Jumlah itu, kata Eko, jauh melampaui target yang dibebankan Presiden kepada Kemendes PPDT yang tertuang dalam RPJMN, yaitu sebesar 5000 desa.

“Kita menurut RPJMN, Kemendes ditargetkan, dari 20 ribu desa tertinggal yang ada di 2015 kita ditargetkan untuk meningkatkan 5000 desa tertinggal jadi berkembang. Tapi karena bisnis model kita benar, yang didukung oleh banyak komponen masyarakat, laporan yang saya dapat dari beberapa survey yang dilakukan oleh IPB dan Gadjah Mada kita sudah lebih dari 15.000 desa yang kita entaskan,” tutur Eko saat menghadiri Kongres Besar XVI Fatayat NU di Kota Ambon, Jumat (27/4/2018).  

“Tapi saya belum berani rilis masih nunggu hasil Sensus Podes yang dilakukan oleh BPS mulai bulan Mei. Makannya saya minta kepada masyarakat desa untuk benar-benar mendukung program Sensus Podes ini, mengisi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan BPS kepada seluruh masyarakat di Indonesia,” imbuhya.  

Lewat Sensus Podes inilah, Mendes Eko yakin data 15.000 desar itu benar atau tidak. “Kalau benar, saya yakin di akhir tahun 2019 ini program kita sudah bisa mengentaskan seluruh desa tertinggal yang ada di indonesia,” pungkasnya.  

Pemberian Dana Desa jadi salah satu program andalan Presiden Joko Widodo. Tahun ini saja jumlah uang yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 60 triliun. Namun, penyaluran Dana Desa bukan tanpa masalah. Termasuk di Ambon yang termasuk salah satu kota yang pencairannya tersendat.

“Coba nanti saya cek, saya kirim Satgas Dana Desa. Tapi kalau ada masalah-masalah seperti itu, langkah pertama adalah dilaporkan ke dinas PMD setempat, kalau tidak mendapat tanggapan lapor ke Satgas Dana Desa di nomor 1500040, dalam waktu 3x24 jam kita akan kirim tim ke daerah tersebut untuk melihat masalahnya,” kata Mendes Eko menjawab pertanyaan dari Gusty, wartawan Siwalima Ambon.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani