• News

  • Kesra

Pemerintah Aceh dan Bank Dunia Bahas Dana Desa, Ini Hasilnya

Pemerintah Aceh meminta kepada Bank Dunia  agar dapat menjadikan Aceh sebagai contoh penguatan institusi.
Jabar News
Pemerintah Aceh meminta kepada Bank Dunia agar dapat menjadikan Aceh sebagai contoh penguatan institusi.

ACEH, NNC - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Satuan Kerja Perangkat Aceh melakukan pertemuan dengan Task Team Leader Village Service World Bank yang diketuai Christopher Finch dalam agenda pembahasan pengelolaan Dana Desa di Aceh.

Nova Iriansyah mengatakan, Pemerintah Aceh meminta kepada Bank Dunia (World Bank) agar dapat menjadikan Aceh sebagai contoh, seperti penguatan institusi pemerintahan desa agar lebih mandiri, pola kontrol yang lebih akuntabel dengan melibatkan peran masyarakat, dan peningkatan kapasitas para pendamping yang lebih baik.

“Anggaran tahun 2018 ini perlu adanya perubahan yang signifikan, baik dari segi peningkatan kualitas pembangunan desa, maupun dari kuantitas kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata Nova, kutip acehekspres, Jumat (11/5/2018).

Upaya sosialisasi terhadap berbagai aturan yang telah diterbitkan perlu terus dilakukan agar pemanfaatan dana desa di Aceh berjalan sesuai amanat UU Desa. Untuk pengawasan, akan melibatkan semua pihak terkait mulai dari masyarakat desa, camat, imum mukim, tuha peut, Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahkan dari KPK.

“Untuk lebih efektifnya pengawasan tersebut perlu diberikan sanksi kepada pihak-pihak yang tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana yang telah ditetapkan,” ujar Nova.

Sementara itu, Task Team Leader Village Service World Bank, Christopher Finch menyampaikan, Pemerintah Indonesia dan Aceh memiliki pengalaman yang lebih baik terhadap pengelolaan dana desa, tetapi banyak permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan dana desa.

“Kami menyadari bahwa dalam pengelolaan dana desa ini terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh pemerintahaan desa, kecamatan, kabupaten bahkan provinsi,” kata Christopher.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Lince Eppang