• News

  • Kesra

Kadis Pendidikan Barsel Panggil Kepala UPTD

Ilustrasi. Di Desa Tanjung Sanghiang, Banten, kamu akan melihat betapa ekstremnya perjalanan anak-anak menuju ke sekolah. Yang paling mengerikan adalah untuk bisa menyebrangi sungai, mereka harus menggunakan jembatan gantung yang telah rusak.
Ilustrasi. Di Desa Tanjung Sanghiang, Banten, kamu akan melihat betapa ekstremnya perjalanan anak-anak menuju ke sekolah. Yang paling mengerikan adalah untuk bisa menyebrangi sungai, mereka harus menggunakan jembatan gantung yang telah rusak.

Berita Terkait

BUNTOK, NETRALNEWS.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Raden Sudarto, mengatakan pihaknya akan segera memanggil pengawas Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPTD) Kecamatan Karau Kuala untuk menggali informasi terkait dengan adanya informasi guru yang kurang aktif dalam melaksanakan proses belajar mengajar itu.

"Kalau memang terbukti guru-guru tersebut tidak aktif mengajar, maka akan kami tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian kata Raden Sudarto yang dikenal dengan H. Alek itu di Buntok, Jumat (15/7/2016).

Beberapa wara Desa Janggi mengeluhkan terhadap sikap sebagian guru yang mengajar di Sekolah Dasar di desa Janggi kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, yang malas mengajar.

"Sebagian guru yang bertugas di desa Janggi disinyalir malas mengajar dan kalau mereka masuk mengajar juga sering terlambat," kata salah seorang warga desa Janggi, Januari.

Ia mengatakan guru-guru yang disinyalir malas mengajar tersebut rata-rata berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mereka juga tidak berdomisili di desa Janggi.

"Kalaupun mengajar datangnya sering terlambat datang sehingga murid berkeliaran bermain didepan Masjid menunggu guru datang mengajar," ucapnya.

Ia menyampaikan, rata-rata guru yang sering terlambat dan malas masuk mengajar tersebut ada yang berdomisili di desa Babai dan sebagian berdomisli Teluk Betung dan kelurahan Bangkuang.

"Padahal perumahan guru sudah dibangun, akan tetapi mereka tidak mau menempatinya," kata Januari yang diamini warga lainnya.

Oleh karena itu dia berharap kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Barsel melalui dinas terkait dapat menindaklanjuti hal ini, karena selama ini yang aktif mengajar guru honorer yang merupakan warga desa Janggi.

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara